Sebelum Tutup Usia, Si Nenek Sempat Selamatkan Cucu Dari Banjir

Arus banjir begitu deras. Banjir sudah setinggi dada. Sebatang pohon terus dipeluk Nur Janna agar tak terbawa arus.

SUARDI GOWA

Cucunya yang berusia dua tahun, Waliziab Muhammad Nur, didekapnya sambil terus memeluk pohon. Menahan dingin menunggu tim penolong datang menjemput.

Ia terus berjuang menyelamatkan cucunya saat banjir merendam rumahnya di kompleks BTN Zigma Royal Park, Kelurahan Pangkabinanga, Kecamatan Pallangga, Gowa, Selasa, 23 Januari.

Nurfardiansyah, menantu Nur Janna, menceritakan, banjir ketika itu sudah setinggi atap. Mertuanya yang bersama cucunya segera keluar rumah. Terjangan air rupanya kian deras. Sementara, Nurfardiansyah tak berada di rumah.

“Melalui telepon, saya minta dia mencari pegangan ke pohon,” tuturnya, tuturnya dilansir harian Fajar (FIN Grup)

Nur Janna sempat terseret arus bersama cucunya, sebelum akhirnya ditolong warga. “Tiga jam berpegangan sambil menunggu pertolongan,” imbuhnya.

Nenek dan cucu itu berhasil dievakuasi. Nur Janna sempat dirawat di klinik hingga tim medis mempersilakannya pulang setelah dinyatakan sehat. Namun, Rabu, 23 Januari, Nur Janna tiba-tiba merasa tak enak badan. Dia mengaku hanya butuh istirahat. Keluarganya lalu membawanya ke RSUD Syekh Yusuf.

Hanya saja, kondisinya kian kritis. Tim medis sudah memberi pertolongan. Setelah hampir sejam dirawat, Nur Janna pergi untuk selama-lamanya. Sang nenek telah berjuang menyelamatkan cucu tercinta dan akhirnya kembali ke Sang Pencipta.

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : Syarifah Fitriani


Comment

Loading...