Tambang Galian C Diduga Penyebab Banjir di Sulsel, Ini Kata Gubernur Sulsel

Kamis, 24 Januari 2019 - 15:36 WIB

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR – Bencana banjir di Sulsel merendam 10 kabupaten. Terparah terjadi di Kabupaten Gowa dan Maros.

Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah menyebutka, penyebab banjir ini diduga kuat disebabkan oleh menjamurnya tambang galian C di Sulsel

“Setelah dipantau, ternyata penambang itu luar biasa banyaknya di Sulsel. Nah, inilah yang jadi penyumbang sedimen yang masuk ke Bendunga Bili-bili Gowa dan menyebabkan banjir,” kata Nurdin Abdullah, Kamis (24/1/2019).

Hingga saat ini, banjir yang merendam 10 wilayah di Sulsel telah memakan 30 korban jiwa dan memaksa ribuan warga mengungsi ke lokasi yang lebih aman.“Kita akan tinjau galian tambang C. Kita akan buat kajian,” sebut Nurdin Abdullah.

Sebelumnya, Walhi Sulsel juga telah menyebutkan jika maraknya eksploitasi tambang menjadi potensi banjir semakin besar di Sulawesi Selatan.

Untuk itu, Nurdin Abdullah menuturkan, pihaknya akan bekerjasama dengan pemda terkait untum mengkaji ulang perizinan yang dimiliki oleh penambang.

Pasalnya, Nurdin mengakui, selama menjabat sebagai gubernur, dirinya belum pernah mengeluarkan perizinan untuk penambangan.

“Kita akan kolaborasi dengan pemda setempat. Di periode saya belum pernah saya kasi keluar izin untuk penambang. Makanya, saat ini kita akan kaji lagi.Kita akan tinjau galian tambang. Kita akan buat kajian. Bayangkan banyaknya kerugian masyarakat karena banjir ini,” jelas Nurdin Abdullah.

Sementara itu, hujan dengan intensitas tinggi telah mengguyur hampir seluruh wilayah di Sulsel yang mengakibatkan banjir merendam beberapa wilayah.

Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah pun mengimbau seluruh masyarakat untuk tetap berhati-hati dalam beberapa hari ke depan.“Saya kira beberapa hari kedepan cuaca ekstream akan melanda Sulsel sesuai dengan prediksi BMKG,” sambung Nurdin Abdullah, Kamis (24/1/2019).

Untuk itu, Nurdin Abdullah meminta masyarakat untuk menjahui pesisir pantai dan belantaran sungai.

“Masyarakat yang berada di sekitar bantaran sungai, untuk menghindari lah. Masyarakat di daerah pesisir, ini juga harus waspada kita tidak tau kan ombak besar, bagi nelayan kalau bisa dihindari ombak laut,” tutur Nurdin Abdullah.

Selain itu, Nurdin juga mengimbau masyarakat di daerah pegunungan untuk tetap waspada terhadap potensi longsor.

(andi maya da/pojoksulsel)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *