Empat Hari, Empat Orang Bunuh Diri di Surabaya

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, SURABAYA – Kasus bunuh diri tak hanya dilakukan Hendra Winata, warga Jalan Rangkah Rejo, yang memilih kendat untuk mengakhiri hidupnya yang lama membujang. Sebelumnya, ada tiga orang lain di Surabaya yang juga melakukan hal yang sama.

Tiga korban termasuk Hendra mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri, sedangkan satu korban lain tewas dengan melompat dari lantai sebelas salah satu hotel bintang tiga di kawasan Jalan Raya Gubeng Surabaya.

Berdasarkan data yang dihimpun Radar Surabaya (Grup Fajar), kasus bunuh diri sebelumnya dilakukan Deviana Dwi Lestari, 20. Gadis yang diketahui mahasiswi Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya ini ditemukan tewas gantung diri di dalam kamar kosnya di Jalan Nginden Baru IV Nomor 10, Sukolilo, Selasa (22/1). Ia ditemukan teman kosnya gantung diri setelah sang pacar berkali-kali telepon tapi tak ada jawaban.

Kemudian keesokan harinya, yakni Rabu (23/1), Dani Ikwan, 26, yang asal Blora, Jawa Tengah ditemukan tewas gantung diri di lantai lima toko mainan di Jalan Dupak, tempat dia bekerja. Mayat Dani ditemukan pertama kali oleh salah satu karyawan toko yang saat itu mengecek kondisi toko yang hendak tutup. Dani diketahui mengakhiri hidup setelah bertengkar dengan pacarnya.

Kemudian pada Kamis (24/1), seorang pria diketahui nekat bunuh diri dengan cara melompat dari lantai 11 hotel di Jalan Raya Gubeng. Pria tersebut adalah Jesse Owen Wandojo, 28, warga Perum Sutorejo Utara V, Mulyorejo.

Sebelum ditemukan tewas usai melompat dari lantai 11, korban terlihat linglung. Dia sempat menyewa sebuah kamar hotel dan langsung mencari tempat untuk melompat. Di lokasi, polisi menemukan sandal korban yang masih utuh. Sampai kini belum diketahui motif korban bunuh diri.

Sedangkan yang terakhir adalah Hendra Winata. Warga Jalan Rangkah Rejo III/14 ini ditemukan tewas dengan kondisi leher terikat tali yang dikaitkan di pagar lantai dua rumah yang ditinggalinya sendiri, Jumat (25/1).

Yang menarik, sebelum bunuh diri, korban sempat membuat surat yang ditujukan kepada ibunya yang tinggal di Kalimantan. Isi surat tersebut menyatakan jika korban minta izin untuk mati. (sb/yua/jay/JPR/JPC)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...