Fokus Evakuasi, Polres Gowa Menembus Desa yang Masih Terisolasi

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, GOWA – Polres Gowa bersama tim gabungan saat ini berkonsentrasi untuk menembus jalur menuju Desa Sapaya, Kecamatan Bungaya, Gowa. Mereka memaksimalkan upaya pencarian dan evakuasi seluruh korban di Sapaya yang sudah terisolasi selama tiga hari.

“Hari ini Polres Gowa, melalui tim Gowa Disaster berkosentrasi untuk bisa menembus Sapaya yang sudah tirisolasi tiga hari. Syukur, kami bisa melalui jalur Desa Tamalatea, Kecamatan Manuju,” jelas Kapolres Gowa AKBP Shinto Silitonga saat proses evakuasi dan pembersihan sisa longsoran di Desa Jonjo, Kecamatan Parigi, Jumat (25/1).

Di Tamalatea, tim lebih dulu membersihkan jalur sisa material longsoran. Pembersihan itu untuk memudahkan akses menuju jalur utama ke Desa Sapaya.

“Kami sudah mulai kondisikan dari awal putusnya jalur dan perlahan sudah bisa dilalui masyarakat. Akses selanjutnya juga mulai kami buka, dan kami harapkan malam ini bisa tembus di Sapaya,” tambah mantan Kasatreskrim Polrestabes Surabaya tersebut.

Desa Sapaya merupakan salah satu lokasi yang terdampak parah bencana longsor. Putusnya akses jalan dan jembatan akibat material longsor menjadi kendala tim gabungan untuk mengevakuasi keseluruhan korban.

Kerja keras tim gabungan perlahan membuahkan hasil. Secara bertahap, akses yang sempat terputus kembali normal. Material longsor yang sempat menghambat bertahap dibersihkan.

Longsor terjadi di sejumlah kecamatan. Antara lain di Kecamatan Manuju dan Kecamatan Bungaya. Pemkab Gowa saat ini sedang memaksimalkan upaya pembukaan akses jalan sepenuhnya. “Kami akan maksimalkan pembukaan jalur, selain tetap mengevakuasi korban longsor,”jelas Bupati Gowa Adnan Purichta Ichsan, kemarin (24/1).

Agar memudahkan proses pembukaan jalur akan diturunkan 3 ekskavator dan 3 loader di dua titik. Untuk fokus pembukaan jalur sendiri akan dilakukan di Desa Pattallikang, Kecamatan Manuju dan Kelurahan Sapaya, Kecamatan Bungaya.

“Termasuk akses ke Kelurahan Sapaya. Makanya pengiriman logistik harus menggunakan helikopter karena belum dapat ditembus jalur darat,” pungkas Adnan. (rul/JPC)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...