Sambungkan Listrik Gratis di Jabar, Jokowi: Untuk Warga Belum Mampu

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, BEKASI – Presiden Joko Widodo melalui Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) memberi bantuan kepada warga Bekasi Jawa Barat yang listriknya masih lavering atau menumpang dengan tetangga. Bantuan sambungan listrik ini menambah deretan bantuan yang diberikan Jokowi untuk Provinsi Jawa Barat.

Sebelumnya, melalui sinergi BUMN, penyambungan listrik gratis telah dilakukan di Kota Bogor, Kabupaten Bogor, Kabupaten Bandung, Kabupaten Garut, Kabupaten Tasikmalaya, Kabupaten Pangandaran, Kabupaten Cianjur dan Kabupaten Sukabumi dengan total 100.970 rumah tangga tidak mampu

“Sekarang kita baru konsentrasi di Jawa Barat karena di sini masih banyak sekali sambungan seperti tadi yang belum tersambung,” terang Jokowi di Bekasi, Jumat (25/1).

Jokowi yang ditemani oleh Ibu Negara Iriana, Menteri BUMN Rini Soemarno dan para dirut BUMN terkait mendatangi satu per satu rumah warga di desa Margajaya, Bekasi Selatan yang diberi sambungan listrik gratis. Dia mengatakan Jawa Barat memang menjadi fokus bagi Presiden, sebab targetnya ada 280.000 sambungan. Dimana Bekasi menyumbang 14.000 sambungan.

“Di Bekasi 14.000 sambungan. Tapi di seluruh Jabar ada 280.000 kira-kira target. Yang terpasang 100.000. Ini terus akan dikerjakan,” kata dia.

Mantan Gubernur DKI Jakarta itu juga berjanji akan memberikan sambungan listrik di semua provinsi yang belum mandiri. Namun, hal itu akan dimulai dari Jawa Barat, kemudian Jawa Tengah lalu Jawa Timur dan seterusnya.

“Kita terus akan berikan sambungan gratis kepada warga yang belum mampu untuk pasang di semua provinsi,” jelasnya.

Adapun, Menteri BUMN Rini Soemarno mengerahkan 6 BUMN karya dan PLN untuk menggarap bantuan penyambungan listrik gratis ini. Ada 317 rumah tangga di Kota Bekasi dan Kabupaten Bekasi yang disambung gratis listrik pada kunjungan Jokowi ini. Keenam BUMN yang terlibat dalam bantuan kelistrikan tersebut adalah PT Waskita Karya , PT Hutama Karya, PT Wijaya Karya, PT Adhi Karya, dan Perumnas.

Selain mendapat kemudahan dalam pemasangan, masyarakat juga mendapatkan keringanan dalam membayar iuran listrik setiap bulan. Dikatakan Direktur Utama PLN Sofyan Basyir, biaya rata-rata iuran listrik ke PLN bisa lebih murah ketimbang menyambung listrik dari tetangga.

“Sekarang mereka bayar sekitar Rp 30 ribu per bulan listrik PLN. Untuk lampu, televisi dan penanak nasi serta alat elektronik lainnya,” kata Sofyan Basyir menambahkan. (JPC)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...