BMKG: Potensi Hujan Lebat dan Angin Kencang Masih Terjadi Hingga Awal Februari

Sabtu, 26 Januari 2019 - 13:16 WIB

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Hujan lebat dan angin kencang diperkirakan masih akan terjadi hingga awal Februari di sebagian besar wilayah Sulawesi Selatan.

”Untuk prospek cuaca satu minggu ke depan di wilayah Sulawesi Selatan, hendaknya diwaspadai hujan ringan hingga lebat,” ujar Rezky Yudha, prakirawan BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika) wilayah IV Makassar.

Ditemui di kantornya, Jumat (25/1), Rezky Yudha menyebut, curah hujan akan terkonsentrasi di wilayah Sulsel bagian barat. Seperti Makassar, Maros, Pangkep, Takalar.

”Besok (hari ini) masih ada potensi hujan lebat di Makassar. Tapi tidak lagi seperti tanggal 22 kemarin,” terangnya.
Curah hujan lebatnya, lanjut Rezky, tidak berlangsung secara terus menerus. “Hujan lebatnya disertai angin kencang. Tapi durasinya hanya beberapa menit. Setelah itu berhenti lagi,” tukasnya.

Untuk wilayah Sulsel bagian selatan, seperti Bantaeng, Jeneponto, Selayar, menurut Rezky, intensitasnya hujan ringan hingga sedang. Wilayah timur seperti Bone, Sengkang, sebagian Sidrap, sebagian Soppeng bagian timur, diperkirakan berawan hingga hujan ringan. Sedangkan Sulsel bagian utara, seperti Masamba, Malili, Palopo, dan Luwu, hujan ringan hingga sedang.

“Untuk tanggal 28 hingga tiga hari ke depan, diperkirakan akan terjadi hujan lebat. Setelah itu intensitas hujannya diperkirakan akan menurun. Angin kencang hendaknya diwaspadai di wilayah pesisir barat dan selatan,” terangnya.

Khususnya pesisir selatan, kecepatan anginnya bisa mencapai 60 km/jam. Dengan tinggi gelombang air laut antara 2,5 meter sampai 4 meter di laut Flores dan selat Makassar bagian selatan. Namun angin kencang tersebut tidak berpotensi terjadi angin puting beliung.

Warga Bersihkan Rumah

Dari pantauan BKM, kemarin, Masjid Al-Muttaqin di Blok 8 yang menjadi tempat pengungsian, kemarin siang tak lagi terlalu ramai. Sebagian besar korban banjir sudah kembali ke rumahnya masing-masing untuk mulai membersihkan sisa-sisa banjir.

Ketua RT setempat Johamzah mengatakan, kembalinya warga ke rumahnya masing-masing bukan berarti mereka telah menempati rumahnya. Mereka kembali hanya sekadar membersihkan kediamanya jika sudah tak ada lagi genangan. Setelah itu kembali lagi ke lokasi pengungsian.

“Belum. Mereka belum menempati rumahnya. Hanya bersihkan saja dulu, karena masih ada air dalam rumahnya. Nanti kalau sudah membersihkan, mereka akan balik lagi ke sini (Masjid Al-Muttaqin) untuk istirahat,” terang Johamzah, kemarin.

Johamzah yang juga merupakan warga di Blok 8 mengakui, memang kondisi wilayahnya kini sudah jauh lebih baik. Walaupun masih digenangi air, namun ia memprediksi secepatnya air bisa kembali surut.

Terlihat di pelataran masjid ada beberapa barang yang sengaja dijemur oleh warga. Mulai dari buku-buku, berbagai kartu identitas, hingga barang elektronik.

Para warga yang mengungsi di Masjid Al-Muttaqin mengatakan, selama ini pasokan bantuan benar-benar bisa memenuhi keperluan mereka selama mengungsi. Makanan dan pakaian yang paling dibutuhkan, hingga kini terpenuhi.

Hanya saja sekarang, Johamzah mengatakan, warganya sangat butuh alat-alat pembersih rumah. Seperti pel, sapu, hingga antiseptik yang masih kurang. Padahal sangat dibutuhkan untuk membersihkan rumah.

“Yang paling kita butuhkan sekarang itu kayak pel, sapu, dan antiseptik. Karena bau sekali lantai rumah,” katanya.
Diketahui, pengungsi di Masjid Al-Muttaqin sebanyak 317 orang. Terdiri dari 131 laki-laki, 118 perempuan, dan 68 anak-anak.

Korban Tewas

Satu orang korban tewas kembali ditemukan di lokasi tanah longsor yang melanda Desa Pattallikang, Kecamatan Manuju, Kabupaten Gowa, Jumat (25/1). Korban bernama Dg Lobo (35) didapati tertimbun material longsoran setelah dilakukan pencarian usai salat Jumat pukul 15.00 Wita.

Jasad korban berhasil ditemukan dengan bantuan anjing pelacak serta alat berat jenis eskavator. Dg Lobo merupakan korban ke sembilan yang ditemukan, dari 23 warga Pattallikang yang dinyatakan hilang saat longsor terjadi, Selasa (22/1) lalu.

Kabag Humas Kerja Sama Pemkab Gowa Abdullah Sirajuddin merilis temuan korban longsor ini, Jumat sore (25/1). Menurutnya, proses pencarian masih terus dilakukan tim Evakuasi Bencana Alam Gowa.

Selain di Pattallikang, Kecamatan Manuju, pencarian korban longsor juga berlangsung di Sapaya, Kecamatan Bungaya. Bupati Gowa Adnan Purichta Ichsan bersama rombongan turun langsung ke di Bungaya, dari sebelumnya berada di Manuju.

Sementara itu, bantuan logistik terus mengalir masuk ke posko induk bencana alam Gowa di Baruga Karaeng Pattingaloang. Bantuan tersebut berasal dari para dermawan, lembaga pemerintah, swasta, serta komunitas dan organisasi sosial.

Data sementara dari Crisis Media Center Bencana Banjir dan Longsor Sulsel di Kantor Gubernur, hingga Jumat sore (25/1) tercatat sudah ada 32 orang korban meninggal di Kabupaten Gowa. Sementara yang hilang 21 orang. (mat-nug-sar/bkm/fajar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.