UN Dimulai Maret, Disdik Sulsel Minta Solidaritas Siswa dan Guru

Sabtu, 26 Januari 2019 - 11:47 WIB

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Maret mendatang, pelaksanaan Ujian Nasional (UN) telah dimulai. Pemerintah sudah menetapkan jadwal UN untuk SMK tanggal 25, 26, 27 dan 28 Maret, sementara SMA tanggal 1,2,4 dan 8 April.

Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Sulsel, Irman Yasin Limpo membenarkan kalau pihaknya sudah menerima jadwal UN dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Sementara untuk UN susulan, SMK digelar 15 dan 16 April, SMA digelar 29 dan 30 April. Khusus untuk UN paket C atau kesetaraan, akan digelar pada tanggal 12 sampai 16 April.

Untuk pelaksanaan Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN), jadwalnya diserahkan ke sekolah masing-masing untuk menentukan.

“Pelaksanaan USBN kita serahkan ke sekolah masing-masing, yang jelas sebelum UN sudah harus dilaksanakan. Paling lambat pertengahan Maret,” jelas lelaki yang akrab disapa None.
Sebelum pelaksana UN, akan ada simulasi UNBK.

Jadwalnya, pendaftaran sekolah dan biodata peserta 1-15 Januari, pengaturan server dan sesi 19-22 Januari, pengaturan jadwal mata pelajaran 18-21 Januari.

Untuk periode I, sinkronisasi dilaksanakan pada Sabtu-Minggu 26-27 Januari. Sementara
pelaksanaan simulasi sesuai pilihan jadwal mata pelajaran Senin -Kamis pada 28-31 Januari.

Sementara periode II, sinkronisasi Sabtu-Minggi 2-3 Februari. Dan pelaksanaan simulasi sesuai pilihan jadwal mata pelajaran 4, 6, 7 Februari.

Yang menjadi masalah dan kekhawatiran sekarang karena ada beberapa sekolah yang terdampak banjir.

Saat ini, Dinas Pendidikan Sulawesi Selatan terus melakukan pendataan sekolah SMA dan SMK yang terdampak bencana banjir dan longsor. Terlebih saat ini siswa kelas tiga akan mengikuti Ujian Nasional (UN) dan Ujian Sekolah Berbasis Nasional (USBN).

Seperti diketahui, beberapa sekolah terdampak banjir. Data dinas pendidikan terbanyak di Kabupaten Jeneponto, ada tiga sekolah yaitu SMAN 1 Jeneponto, SMKN 1 Jeneponto dan SMKN 6 Jeneponto.

None mengatakan hasil peninjaun langsung yang dilakukan dirinya, pihaknya menemukan beberapa kerusakan. Di SMKN 1 Jeneponto misalnya 97 komputer yang dimiliki terendam banjir.

“Ini menjadi fokus kita dulu soal pengadaan komputer, apalagi USBN dan UN tahun ini semuanya berbasis komputer. Sayang kita tak punya dana untuk ini, semoga ada dari anggaran darurat,” kata None panggilan akrabnya, Jumat (25/1).

Untuk kerusakan bangunan, None menyebutkan terjadi di SMAN 12 Gowa yang terkena longsor. Sementara di Jeneponto, tiga sekolah yang terendam banjir, dipenuhi lumpur dan material lain.

Saat ini, Irman hanya berharap pada solidaritas setiap sekolah yang ada di sekitar lokasi bencana. Seperti sekolah di Jeneponto yang dibersihkan dan dibantu oleh guru dan siswa dari Kabupaten Bantaeng dan Takalar.

“Kita bangun solidaritas sesama SMA dan SMK, hari ini (kemarin) seluruh SMA yang ada di sekitar pergi membersihkan lumpur dan bekas banjir. Ada beberapa sekolah yang sudah menyumbang mulai kertas dan spidol,” jelasnya. (rhm/bkm/fajar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.