Pembebasan Ba’asyir, Sandiaga Uno Harap Hukum Tak Jadi Alat Politik

Minggu, 27 Januari 2019 - 10:25 WIB

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR – Polemik pembebasan Ustadz Abu Bakar Ba’asyir menuai banyak sorotan. Pasalnya Ba’asyir bebas atas putusan dari Presiden Joko Widodo.

Calon wakil presiden (Cawapres) nomor urut 2, Sandiaga Uno saat ditemui di acara Dialog OK OCE di Red Corner Cafe Jalan Yusuf Dg Ngawing Kota Makassar,  enggan mengomentari terlalu banyak terkait pembebasan terpidana kasus terorisme ini.

Menurut Sandi, dirinya tak pantas berkomentar terkait hal tersebut. Sebab masih banyak ahli hukum yang lebih berkompeten tentang masalah hukum.

“Saya sampaikan itu adalah proses hukum dan kita tentunya memberikan kesempatan kepada ahli hukum untuk memberikan pandangan,”ujarnya.

Akan tetapi, pendamping Prabowo Subianto ini berharap bahwa permasalahan hukum tidak dijadikan alat politik.”Dan kita tidak ingin bahwa hukum ini dijadikan sebagai alat politik kekuasaan,”jelasnya.

Diketahui, Presiden Joko Widodo memberikan pembebasan tanpa syarat kepada Abu Bakar Ba’asyir. Sebagaimana dibeberkan oleh kuasa hukum Jokowi, Yuzril Ihza Mahendra, bahwa alasan Jokowi memberikan pembebasan tanpa syarat kepada Ba’asyir karena rasa kemanusiaan.

Apalagi kondisi Abu Bakar Ba’asyir sudah menginjak usia 80 tahun dan mengidap beberapa penyakit. Selain itu, Ba’asyir juga dipenjara bukan pada pemerintahan Jokowi. (sul/fajar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.