Waspada, Banjir Lahar Merapi Masih Berpotensi Terjadi

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, JOGJAKARTA – Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Jogjakarta menyebut masih ada potensi banjir lahar dingin di sungai berhulu Gunung Merapi. Terlebih saat hujan dengan intensitas yang cukup tinggi.

Kepala BPPTKG Jogjakarta, Hanik Humaida mengatakan, banjir material lahar itu bukan dari aktivitas Merapi pada 2018 dan 2019 ini. “Masih ada potensi banjir lahar. Tapi material sisa erupsi2010,” katanya, saat dikonfirmasi Minggu (27/1).

Dari laporan harian aktivitas Merapi, volume curah hujan 47 milimeter per hari. Selama Sabtu (26/1) terjadi 4 kali guguran material. Selain itu juga teramati guguran lava pijar ke arah tenggara dengan jarak luncur 400 meter pada pukul 23.01 WIB.

Aktivitas pada 2018 dan 2019 ini masih tergolong kecil jika dibandingkan pada 2010 silam. Volume kubah lava terakhir tercatat pada 22 Januari lalu sebesar 461 ribu meter kubik. Laju pertumbuhan pada kategori rendah, yakni 1,3 ribu meter kubik per hari.

Lanjut Hanik, sehubungan saat ini sedang musim hujan, masyarakat yang beraktivitas di sekitar sungai berhulu Merapi untuk waspada. Dari ancaman banjir material lahar dingin itu. “Tetap harus waspada,” katanya.

Selain itu dalam radius 3 kilometer dari puncak gunung agar dikosongkan dari aktivitas penduduk. Serta pendakian Merapi masih tetap tidak direkomendasikan, kecuali untuk kepentingan mitigasi. “Masyarakat di KRB (Kawasan Rawan Bencana) III diharapkan untuk menjaga kewaspadaannya. Status Merapi masih Waspada atau di level II,” ucapnya.

(JPC)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...