Diduga Berpihak, Jaksa Cantik Dilaporkan ke Kejagung


FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Lika-liku penanganan kasus pengrusakan ruko di Jl Buruh Kelurahan Melayu Kecamatan Wajo Kota Makassar kian tak tentu arah penyelesaiannya. Hampir dua tahun kasus tersebut hanya bolak-balik antara Polda Sulsel dan Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulsel.Dugaan keterlibatan jaksa cantik dan kawan-kawannya yang lebih dominan ke tersangka Jemis Kontaria dan Edy Wardus pun berhembus kencang. Hal itu dikuatkan dengan laporan pengaduan pelapor atau korban, Irawaty Lauw, ke Kejaksaan Agung (Kejagung) RI.Dalam laporan pengaduan yang ditembuskan ke Komisi Kejaksaan RI dan Kejati Sulsel itu, pelapor menjelaskan terkait penanganan perkara pidana yang tidak sesuai dengan tata cara pemeriksaan perkara pidana dalam kapasitas Jaksa Andi Fitri dan kawan-kawan sebagai Jaksa Penutut Umum (JPU).Berkenaan dengan tidak pidana tersebut, JPU telah mengembalikan berkas perkara P18 atau hasil penyelidikan belum lengkap yang sama sekali tidak memberikan petunjuk mengenai upaya atau langkah apa yang harus dilakukan penyidik Polda Sulsel. Melainkan, hanya memberi definisi atau batasan mengenai pertanggungjawaban pihak Vicarious Liability atau Pertanggungjawaban Pengganti.Secara substansi, posisi terlapor atas nama Jemis Kontaria sekaligus pemilik bangunan, telah dihilangkan dan tidak dapat dikenakan sebagai pelaku tindak pidana pengrusakan dalam kedudukan hukumnya sebagai tersangka.”Seharusnya secara hukum pengembalian berkas perkara oleh JPU disertai petunjuk ke arah mana jalan keluar pertanggungjawaban pidananya tentang Vicarious Liability? Juga tidak boleh menghilangkan substansi pertanggungjawaban pidana para terlapor yang telah ditetapkan sebagai tersangka dalam putusan praperadilan perkara nomor 32/Pid.Prap/2017/ PN MKs tanggal 19 desember 2017,” jelas Kuasa Hukum Pelapor Irawati Lauw, Jermias Rarsina, mengutip laporan pengaduan kliennya.

Komentar

Loading...