Kapal Nelayan Dihantam Ombak, 4 Tewas, 9 ABK Masih Hilang

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, MERAUKE – Kapal motor nelayan (KMN) Lang 01 yang berisi 13 orang tenggelam dihantam ombak di sekitar muara Sungai Digoel, Merauke. Empat orang ditemukan dalam kondisi tak bernyawa. Sembilan lainnya belum ditemukan.

Salah seorang korban meninggal adalah Tjung Meng yang merupakan nakhoda kapal. Tiga korban meninggal lainnya adalah Herman, Naseran, dan Mohammad Imam Jamali. Ketiganya merupakan kru kapal. Empat jenazah tersebut sudah dievakuasi ke Pelabuhan Merauke dengan menggunakan KMN Sampurna III Minggu sore (27/1).

Begitu tiba di pelabuhan, keempat jenazah langsung dibawa ke RSUD Merauke untuk divisum. “Laporan tenggelamnya KMN Lang 01 ini kami terima dari Edi Bau Sabtu (26/1) sekira pukul 10.50 WIT,” ungkap Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Merauke Raymond Konstantin kepada Cenderawasih Pos (Jawa Pos Group) kemarin.

Dari laporan tersebut, KMN Lang 01 disebut sudah tenggelam pada Kamis (24/1). Hanya, laporan baru disampaikan Sabtu siang. Berdasar laporan yang diterimanya, Raymond menyebut KMN Lang 01 diterjang ombak yang cukup tinggi saat hendak masuk ke muara Sungai Digoel. “Dari perwakilan agen kapal menyampaikan bahwa kapal diawaki 13 orang. Mereka terdiri atas nakhoda, kepala kamar mesin, dan 11 orang kelasi atau ABK,” terangnya.

Berdasar laporan yang masuk, Raymond langsung berkoordinasi dengan Lantamal XI dan Satpolair Merauke. Dia juga mengontak beberapa kapal yang sedang berlayar di perairan Arafuru. Harapannya, mereka bisa membantu melakukan pencarian korban.

Akhirnya, empat awak KMN Liang 01 ditemukan meski mereka tak lagi bernyawa. “Keempat korban ditemukan tidak jauh dari lokasi kejadian,” katanya.

Pihaknya berharap sembilan ABK lainnya segera ditemukan. Sembilan ABK yang belum ditemukan itu adalah Jemi Yanto, Arifudin, Abu Bakar, Jai, Sidik, Hasanuddin, Sulem, Mulyono, dan Kamdan Pratama.

(JPC)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...