Katanya Bhineka, Kok Minta Jabatan Menag dan Imam dari NU Doang

Senin, 28 Januari 2019 12:23

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Pernyataan Ketua Umum PBNU Said Aqil Siradj tentang jabatan Menteri Agama (Menag) dan imam-imam Masjid harus diisi oleh warga Nahdatul Ulama (NU), dan kalau bukan warga NU semuanya salah, menuai polemik.Pasalnya, sejauh ini pihak yang sering menggunakan narasi-narasi demokrasi dan Bhineka Tunggal Ika lebih banyak dari pihak NU. Namun, pernyataan Said Aqil itu bertolak belakang dengan narasi yang sering diteriakan.Menanggapi pernyataan itu, Anggota Komisi I DPR-RI Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Jazuli Juwaini menuturkan, jika dalam demokrasi tidak boleh ada menopoli jabatan oleh satu pihak, semua harus mendapatkan peran yang sama dalam membangun umat, bangsa dan negara.”Kalau kita jujur bicara demokrasi dan kebhinekaan, ya tidak boleh dimonopoli. Semua orang kan dapat ruang secara proporsional, ya semua harus berperan. Berperan membangun umat, bangsa dan negara,” kata Jazuli kepada wartawan, Senin (28/1).”Bukan berpikir apa yang kita dapat, tapi ruang apa yang bisa kita ambil untuk pembangunan umat, rakyat, bangsa dan negara,” sambungnya.

Bagikan berita ini:
7
1
8
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar