Respons Gerindra Ketika KPU Akan Umumkan Caleg Eks Napi Korupsi

FAJAR.CO.ID, JAKARTA - Partai Gerindra mengaku tidak mempersoalkan jika Komisi Pemilihan Umum (KPU) akan mengumumkan caleg eks napi korupsi di media. Menurut Sekjen Partai Gerindra Ahmad Muzani, sosok caleg yang pernah terjerat dalam kasus korupsi dapat dilihat dari masing-maing curiculum vitae (CV) mereka.

"Gapapa, bagus. Tapi, sebenarnya kan dari CV bisa itu ditelusuri. Jangan mantan koruptor saja, mantan-mantan lain sebutkan. Itu kan dari CV bisa di-trace," kata Sekjen Partai Gerindra Ahmad Muzani, Jakarta, Senin (28/1).

Ahmad Muzani berharap dengan adanya rencana pengumuman caleg mantan napi kasus korupsi itu tidak membuat hak mereka dipilih jadi hilang. Pasalnya dalam undang-undang menyatakan bahwa negara menjamin setiap warganya setara di mata hukum. "Jangan ada perlakuan yang istimewa atau diskriminatif," tuturnya.

Menurut dia, upaya untuk membersihkan calon wakil rakyat diharapkan dengan cara yang menjauhi cara diskriminatif. Pasalnya rakyat telah tahu ihwal sosok yang pantas dipilih.

Sebelumnya, KPU tengah mewacanakan untuk mengumumkan nama-nama caleg eks napi korupsi melalui beberapa platform. Yakni website KPU dan media massa. Rencananya pengumuman itu bakal diinformasikan paling lambat pada Februari mendatang.

Untuk hal ini, KPU menargetkan seluruh jejaring platform media, baik cetak maupun penyiaran.

(JPC)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : Sonny Wakhyono


Comment

Loading...