Beban Psikologis Orangtua Terhadap Kebutuhan Gizi Anak

  • Bagikan

FAJAR.CO.ID, JAKARTA - Dalam usia tumbuh kembang, dimana anak belum bisa menentukan sendiri apa yang baik untuk mereka konsumsi, maka orangtua adalah penentu dalam memilih asupan dan pola makan yang baik bagi anak.

Untuk itu, penting bagi orangtua untuk memilki persepsi yang benar dalam menghadapi masalah berat badan kurang pada anak. Psikolog Ajeng Raviando mengatakan, upaya perbaikan gizi memerlukan peran aktif keluarga, terutama orangtua dan dukungan penuh dari lingkungan sekitar.

Selain memperhatikan pola makan dengan aktif mencari informasi dan mengkreasikan menu untuk membuat anak tertarik mengkonsumsi makanan bergizi.

Dalam perspektif pola asuh, orangtua juga perlu turut andil memberikan contoh kebiasaan pola makan yang baik di rumah dan menyediakan waktu makan bersama yang berkualitas dengan anak.

"Di usia balita dimana anak menyerap apapun dengan cepat, orangtua juga perlu menyampaikan kalimat dengan positif agar tertanam afirmasi yang baik di benak mereka tentang makanan," ujar Ajeng di kawasan Kemang, Jakarta, Selasa (29/1). Sayangnya, banyak orangtua tidak menganggap masalah berat badan anak mereka sebagai masalah yang besar. Orangtua juga seringnya tidak siap untuk melakukan perubahan untuk mengatasi masalah tersebut.

Beberapa orangtua cenderung menghindari percakapan tentang masalah berat badan anak agar tidak menjadi beban psikologis bagi diri mereka sendiri. Pola pikir orangtua juga harus dibentuk dengan positif dan mencari solusi secara bijak.

"Penting bagi orangtua untuk berpikir terbuka dalam menerima masukan dari lingkungan dan objektif dalam menerima rekomendasi ahli kesehatan untuk mengikuti petunjuk pemulihan gizi yang disarankan," kata Ajeng.

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan