Evakuasi Lumba-Lumba di Sungai Kualuh, BKSDA Turunkan Tim dari Jakarta

Selasa, 29 Januari 2019 - 19:37 WIB

FAJAR.CO.ID, LABUHANBATU UTARA – Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Sumatera Utara (BBKSDA Sumut) menurunkan tim dari Jakarta untuk mengevakuasi lumba-lumba air tawar yang menampakkan diri di Sungai Kualuh, Kabupaten Labuhanbatu Utara.

Kepala BBKSDA Sumut, Hotmauli Sianturi mengungkapkan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Jakarta Animal Aid Network (JAAN). Nantinya, jika sudah tiba ke Labuhanbatu, tim akan melakukan survey terlebih dahulu.

“Setelah survey, baru mereka akan menentukan cara mengevakuasi mamalia tersebut,” ungkap Hotmauli Sianturi, Selasa (29/1).

Ia mengungkapkan, informasi terbaru yang diperolehnya, saat ini posisi lumba-lumba sudah berpindah dari titik awal. Pergerakan kedua lumba-lumba itupun terus dipantau.

“Petugas juga berkoordinasi dengan warga dan pihak kepolisian. Jangan sampai mereka terganggu. Sampai saat ini, lumba-lumba itu tidak terganggu dan masih menjadi tontonan masyarakat,” ungkapnya.

Lumba-lumba air tawar ini, populasinya sudah terancam punah. Bahkan, satwa ini masuk dalam daftar merah IUCN (International Union for the Conservation of Nature and Natural Resources) dengan status Critically Endangered atau tingkat keterancaman tertinggi.

Seperti diketahui, penampakan lumba-lumba ini membuat geger warga sekitar Dusun Ramean II, Desa Kuala Beringin, Kecamatan Kualuh Hulu, Kabupaten Labuhanbatu Utara (Labura). Dua ekor lumba-lumba itu terlihat pada Minggu (27/1) siang.

Video tentang lumba-lumba itu kemudian viral di media sosial. Dari video yang beredar, terlihat lumba-lumba itu berwarna putih. Sesekali, kedua lumba-lumba menampilkan diri ke permukaan. Badannya meliuk-liuk di permukaan air.

Masyarakat bersorak ketika lumba-lumba menampakkan diri. Tampaknya, kedua satwa juga tak takut dengan kehadiran manusia di sekitarnya. Mereka malah terus unjuk kebolehan.

(JPC)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.