Industri Jasa Keuangan Sulsel Meningkat, NA Masih Koreksi Infrastruktur

  • Bagikan
FAJAR.CO.ID, MAKASSAR - Pertumbuhan industri jasa keuangan di Sulsel memberikan dampak positif dengan tingkat risiko yang terkendali selama tahun 2018 kemarin. Total aset industri jasa keuangan di Sulsel pada akhir tahun 2018 mencapai Rp164,4 triliun atau tumbuh menjadi 6,4 persen. Sedangkan kredit industri jasa keuangan mencapaRpi 138,5 triliun, atau sekitar 4,7 persen. Melihat pertumbuhan positif tersebut, Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah mengatakan bahwa perlunya peran Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dalam mengawal peningkatan ekonomi di Sulsel. Namun, kata Nurdin, perkembangan ekonomi harus ditopang dengan perkembangan infrastruktur."Makanya saya keliling daerah hanya untuk menikmati jalan. Bagaiman mau maju perekonomian kita kalau infrastruktur rusak, jalan berlobang,"ujar Nurdin saat menghadiri acara ertemuan tahunan industri jasa keuangan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Hotel Claro Makassar, Selasa(29/1/19). OJK sendiri mencatat bahwa pertumbuhan industri jasa keuangan ditopang oleh pertumbuhan sektor perbankan dengan total aset mencapai 145,7 triliun, atau tumbuh 6,2 persen. "Kredit UMKM juga tumbuh positif 4,02 persen dengan pangsa 32,28 persen dari total kredit. Kinerja penyaluran kredit usaha rakyat (KUR) di Sulsel berada di peringkat empat secara nasional, setelah Jateng, Jatim, dan Jabar,"ujar Kepala OJK Regional 6 Sulampua, Zulmi. Kemudian industri pasar modal di Sulsel terpantau tumbuh signifikan. Begitupula investor di Sulsel yang mencapai 23.637  investor. Itu tumbuh sangat tinggi 125,19 persen, dengan nilai transaksi 11,58 triliun rupiah. (sul/fajar)
Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan