KPU Tidak Usah Main Gimmick

Selasa, 29 Januari 2019 - 13:51 WIB

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Rencana Komisi Pemilihan Umum (KPU-RI) mengumumkan nama-nama Caleg yang pernah terlibat dalam kasus korupsi ke publik mendapat kritik. Pasalnya, rencana tersebut dinilai melanggar Undang-Undang (UU).

Menanggapi rencana KPU-RI, Wakil Ketua DPR-RI Fahri Hamzah mengatakan, rencana mengumumkan nama-nama Caleg eks korupsi tidak dijelaskan dalam UU. Untuk itu, rencana KPU ini hanya gimmick dan pencitraan semata jelang Pemilu 2019.

“Nggak ada. Itu gimmick KPU saja kan. KPU mau pencitraan di situ ya nggak dapat. Mau nunjukkin dia anti-korupsi, supaya nggak dituduh korupsi. Jangan begitu, jangan bersekongkol dengan penegak hukum. Jadi lembaga yang melaksanakan tugas dengan UU, jaga Pemilu supaya kredibel, ituu saja. Nggak usah muter sana-sini, hukum dilaksanakan apa adanya,” kata Fahri Hamzah di Gedung DPR-RI, Selasa (29/1).

“Itu urusannya lembaga lain. Dia laksanakan UU saja. KPU nggak usah main gimmick-gimmick, KPU pastikan rakyat, peserta Pemilu puas dengan DPT yang ada,” sambungnya.

Menurut Fahri Hamzah, KPU-RI harus menjamin setiap Tempat Pengumutan Suara (TPS) ada petugas Pemilu hingga surat suara dipastikan aman sampai ke tingkat pusat.

“Pastikan petugas Pemilu ada di semua TPS dan membawa surat suara, formulir-formulir sampai ke tingkat pusat utuh. Karena kardusnya bisa juga rusak dan pastikan Pemerintah menjaga keamanan TPS. Itu semua yang harus dijaga KPU. Nggak usah bergimmick-gimick yang lain,” jelasnya. (RGR/Fajar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.