Soal Remisi Pembunuh Wartawan di Bali, Begini Kata Ketua DPR

Selasa, 29 Januari 2019 - 15:54 WIB

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Keputusan Pemerintah lewat Menkumham memberikan potongan hukuman (Remisi) kepada pembunuh wartawan Radar Bali, I Nyoman Susrama dinilai tidak tepat.

Sebelumnya, I Nyoman dihukum penjara seumur hidup oleh Pengadilan, namun kemudian mendapat remisi menjadi 20 tahun penjara. Sontak, keputusan Pemerintah memberikan remisi ini mendapat penolakan dan protes dari berbagai pihak, tak hanya wartawan tapi juga dari pengamat hukum.

Namun, protes dan penolakan itu tak diindahkan oleh Menkumham Yosanna Laoly, karena dianggap pemberian remisi tersebut sudah berdasarkan aturan dan pertimbangan yang matang, baik dari petugas lapas, Dirjenpas hingga dirinya sendiri (Menkumham).

Ketua DPR-RI Bambang Soesatyo mengaku tidak punya kapasitas untuk mengomentari keputusan tersebut, karena keputusan itu adalah haknya hakim dan tidak bisa diintervensi oleh lembaga legislative.

“Ya kami sebagai lembaga legislatif tidak ingin mengomentari hasil keputusan hakim, karena beda kekuasaan. Silahkan tanya ke hakim atau ke pengamatan saja,” kata Bambang Soesatyo saat dimintai tanggapan oleh wartawan di Gedung DPR-RI, Selasa (29/1).

Politisi Partai Golkar itu mengatakan, pihaknya menghormati setiap keputusan dan kekuasaan masing-masing lembaga. “Kami menghormati kekuasaan masing-masing, kekuasaan legislatif bukan yudikatif,” ucapnya. (RGR/Fajar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.