Biadab! Tak Terima Ditegur, Anak Tega Clurit Bapak Kandungnya, Begini Akibatnya

Rabu, 30 Januari 2019 - 15:09 WIB

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Hanya karena tak terima ditegur, seorang anak tega menghabisi ayah kandungnya sendiri hingga tewas. Begitulah kelakuan biadab pria berinisial PI, 24, asal Jalan Kapuk Sawah RT 10/12 Cengkareng, Jakarta Barat.

PI tega menghabisi ayahnya sendiri dengan sebilah celurit. Kejadian bermula saat pelaku bersama Udin berada di pos RT 11/12. Keduanya sedang meminum minuman keras.

Sambil menenggak miras, pelaku membantu Udin untuk mengantar servis TV milik saksi bernama Joyo yang lokasinya berada di depan pos RT 11/12. Menjelang maghrib, PI berkata kasar kepada Udin ‘Kalau nyervis yang bener dong lihat-lihat orang’.

Tak terima dilontarkan kata-kata kasar, Udin membalasnya dengan makian hingga menendang pelaku dan menoyor kepala pelaku. Mendapat perlakuan itu dari Udin, PI hanya diam saja tidak melawan.

Tak lama kemudian, korban bernama Abdurachman bin H Sadin, 60, melihat anak dan Udin meminum minuman keras. Korban menegur keduanya sambil jalan pulang menuju rumah. Pelaku pun membuntutinya dari belakang.

“Dari hasil interogasi, sesampainya di rumah, pelaku kemudian mencari korban yang sedang berada di dapur. Lalu menghabisi dengan mencelurit leher korban,” ujar Kapolsek Cengkareng Polres Metro Jakarta Barat Kompol H. Khoiri, Rabu (30/1).

Khoiri menjelaskan, pelaku tidak terima ditegur kemudian bilang: ‘Kok Bapak belain orang lain bukan belain anak sendiri’. Korban pun menjawab: ‘Sama aja kalian berdua juga’.

Pelaku yang tak terima jawaban dari ayah kandungnya, langsung mengambil clurit dan mengayunkannya ke leher korban hingga jatuh tersungkur bersimbah darah.

“Korban pun sempat dilarikan ke rumah sakit terdekat. Akan tetapi, nyawanya tak terselamatkan karena kehabisan darah,” ujarnya.

Terpisah, Kanit Reskrim Polsek Cengkareng AKP Antonius menjelaskan, dari hasil penyelidikan dan keterangan saksi, PI berhasil ditangkap di lokasi.

“Tersangka PI ini merupakan anak kandung dari korban. Pelaku langsung kami amankan,” katanya.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, tersangka harus menjalani hukuman di balik jeruji besi dengan ancaman pasal 351 ayat 3 KUHPidana tentang penganiayaan yang mengakibatkan korban meninggal dunia.

(JPC)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.