Endus Belasan Jenazah Korban Longsor, Archie Dievakusi Karena Kelelahan

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR – Tim K9 (Anjing Pelacak) milik Polda Sulsel terpaksa harus dievakuasi dari titik pencarian korban tanah longsor, lantaran Medan berat serta cuaca buruk yang terus melanda.

Sejak diturunkan melakukan pencarian pada Kamis (24/1/2019), anjing pelacak bernama Archie ini telah berhasil mengendus 13 jenazah dari timbunan longsor di Dusun Pattiro, Desa Pattallikang, Kecamatan Manuju, Kabupaten Gowa.

Kinerja Archie sangat membantu tim K9 Polda Sulsel dalam mencari korban yang tertimbun longsor disejumlah bencana alam, seperti likuifaksi di Palu, Sulawesi Tengah.

Akan tetapi, kali ini Archie harus mengalah oleh medan yang berat serta cuaca buruk di Dusun Pattiro. Archie pun dievakuasi dari titik longsor pada pukul 09.00 WITA, Selasa, (29/1/2019).

“Kelelahan, jadi kondisinya lemas ini diakibatkan oleh kondisi medan yang cukup berat. Tanahnya labil dan berlumpur cukup dalam ditambah lagi dengan hujan deras yang terus mengguyur,”kata Kapolres Gowa AKBP Shinto Silitonga.

Akibat kelelahan dari Archie (anjing pelacak), Tim SAR gabungan dibantu TNI dan Polri serta relawan akan mendapatkan lima ekor anjing pelacak. Masing-masing empat ekor dari Mabes Polri dan satu ekor dari Polda Sulawesi Selatan.

Kelima ekor anjing pelacak ini akan dikerahkan dalam misi pencarian di Kecamatan Bungaya. Dimana masih terdapat puluhan korban yang dinyatakan hilang.

“Ada bantuan lima ekor anjing pelacak dari Mabes Polri dan Polda Sulawesi Selatan. Rencananya akan dikerahkan dalam misi pencarian di Kabupaten Bungaya tetapi kita lihat perkembangan. Jika anjing yang sementara diturunkan di Dusun Pattiro, Desa Pattallikang, Kecamatan Manuju kondisinya tidak memungkinkan maka akan digantikan oleh salah dari yang lima ini,”jelas Shinto. (sul/fajar)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : Syarifah Fitriani

Comment

Loading...