Keselamatan Jadi Taruhan Jika Wacana Motor Masuk Tol Dikabulkan


FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Kementerian Perhubungan akan melakukan kajian hukum mengenai wacana sepeda motor masuk jalan tol. Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub Budi Setiyadi mengatakan secara aturan hal itu memang memungkinkan. Namun, faktor keamanan adalah permasalahan utama yang perlu diperhatikan.Budi menjelaskan, dalam perubahan PP 44 pasal 38 ayat 1 tahun 2009 memang menyatakan bahwa selain penggunaan roda 4, jalan tol dapat juga dilalui bagi kendaraan roda 2. Tetapi jalurnya spefisik terpisah dari jalur kendaraan roda 4.”Jadi pada jalan tol dilengkapi jalan tol bagi roda dua, tapi dapat tidak semua harus. Bisa iya bisa tidak,” jelas Budi di Kementerian Perhubungan, Jakarta, Rabu (30/1).Di jalan tol Suramadu dan Bali Mandara, kata Budi, dibolehkan untuk sepeda motor. Alasannya, secara historis memang awalnya adalah jalan tol lalu merespon permintaan di jembatan Suramadu sebagai penghubung.Dengan dua unsur yakni jalur khusus serta contoh kasus yang terjadi di Suramadu, bukan berarti semua jalan tol sama dan bisa dilewati sepeda motor. Menurutnya, masih ada unsur lain yang harus dipertimbangkan seperti spesifikasi jalan tol itu serta spesifikasi motor itu sendiri.”Secara spesifik bisa saja dilengkapi motor tetapi spesifikasi sama dengan jalan tol di Bali. Tapi perkotaan bisa saja, tapi nggak harus,” katanya.Adapun yang tidak memungkinkan, kata Budi, adalah penggunaan sepeda motor jalan tol Jakarta-Cirebon. Menurutnya, sepeda motor dengan kapasitas mesin yang kecil tidak didesain untuk perjalanan jauh sehingga perlu diperhatikan aturannya.

Komentar

Loading...