Tol Hanya untuk Kepentingan Pengusaha, Jalan Negara Diabaikan

Rabu, 30 Januari 2019 20:32

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Kampanye pembangunan jalan tol yang sering digaungkan oleh tim kemenangan nasional (TKN) Joko Widodo-Ma’ruf Amin perlu dipahami lebih dalam. Pasalnya, pembangunan jalan t yang begitu masif ini tak lepas dari kepentingan kelompok tertentu.Dari kepentingan itu, Pemerintah mengabaikan pemeliharaan jalan alteri atau jalan negara. Menurut pakar masalah infrastruktur, Bambang Susanto Priyohadi, pembangunan jalan tol sekarang hanya untuk memenuhi kebutuhan tertentu dan pada jenis usaha tertentu pula.”Jalan tol ini hanya memenuhi kebutuhan-kebutuhan tertentu pada jenis usaha tertentu, jalan to itu di bangun dalam pembangunan untuk pelayanan perkotaan oleh para pengusaha-pengusaha besar yang sekarang sedang berusaha di situ, diantaranya adalah pembangunan meykarta. Kalau ga ada itu, ga bakal ada pembuatan jalan tol itu,” kata Bambang dalam diskusi ‘Pembangunan Infrastruktur Untuk dinikmati siapa?, di Jalan Brawijaya, Jakarta, Rabu (30/1).Dikatakan Bambang, sistem jalan tol yang sekarang digembor-gemborkan oleh Pemerintah tidak melalui perencanaan yang terintegrasi dengan jalan-jalan lain. Artinya, pergerakan ini mulai perwilayah, baik jalan lokal hingga jalan arteria atau jalan utama.“Sitem jalan tol ini tak pernah dilakukan dengan perencanaan yang terintegrasi dengan jalan-jalan lainnya. Harusnya pergerakan itu mulai dari wilayah, jalan lokal, arteri dan arteri ini adalah jalan utama bukan jalan tol,” jelasnya.”Undang-undang mengatakan, jalan tol adalah jalan alternatif, jadi bahwa yang paling penting bukan jalan tol, tetapi jalan negara yang sering kita sebut. Jalan negara ini menjadi sangat kesepian, jalan negara ini yang pada waktu bapak SBY pernah melakukan pembangunan bisa mencapai lebih dari 90%, itu dalam kondisi mantap,” tambahnya.Atas dasar itu, Pemerintah lebih mengutamakan lembangunan jalan tol yang lebih menguntungkan kelompok tertentu, hingga oemeliharaan jalan negara terabaikan.”Sekarang ini lebih dipentingkan pembangunan jalan tol dibandingkan dengan pemeliharaan jalan alteri, ini adalah kondisi yang ada sekarang,” tutupnya. (RGR/Fajar)

Bagikan berita ini:
2
10
7
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar