Penyidikan Dugaan Korupsi Dana Hibah Pilwalkot Dimulai, Polda Sebut Sekretariat KPU?

Kamis, 31 Januari 2019 - 13:18 WIB

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR – Kasus dugaan tindak pidana korupsi penyelewengan dana hibah Pemerintah Kota Makassar ke Komisi Pemilihan Umum (KPU), yang ditangani Dirkrimsus Polda Sulsel dinaikkan ke tahap penyidikan.

Hal tersebut diungkap Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Dicky Sondani, Kamis (31/1/19), dimana kasus tersebut akan memeriksa 25 orang saksi terkait kasus penyelewengan dana tersebut.

“Mulai kemarin penyidikan telah kami lakukan dan sebanyak 25 orang kita akan kembali sebagai saksi yang terdiri dari pemerintah kota dan KPU kota,” ungkap Dicky.

Pemanggilan ke 25 saksi tersebut tidak lain, untuk menetapkan tersangka. Pada kasus penyelewengan dana Polda Sulsel berjanji akan serius dan profesional dengan memaparkan hasil kerugian setelah menetapkan tersangka.

“Kasus ini layak untuk naik ke tahap penyidikan karena kami anggap kerugian negara itu ada, untuk itu kami memanggil pihak pemerintah kota dan KPU Makassar,” ucapnya.

Dalam hal ini, lanjut Dicky, lebih menyorot pemeriksaan kepada penerima anggaran pemilu yang sebenarnya, yakni Sekretaris KPU Makassar.

“Kalau dilihat secara struktural siapa pengguna, yaitu Sekretaris KPU Makassar. Tapi kami belum bisa pastikan tersangkanya sebelum pemeriksaan selesai,” tegas Dicky.

Sampai saat ini pun penyidik Tipikor Polda Sulsel juga telah melakukan pemeriksaan terhadap komisioner KPU Makassar seperti, Kepala Divisi Wahid Hasyim Lukman, dan Divisi Parmas dan SDM Ando Shaifuddin.

Selain itu ada juga, Kasubag Umum Keuangan dan Logistik Mustar Jaya, Kasubag Hukum KPU Adrianti Ismail, Kasubag Data KPU Aryanti Arudji. Dan tak hanya itu, beberapa Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) juga telah menjalani pemeriksaan.(ade/fajar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.