Pria Ini Jadi Lawan Berat Netanyahu di Pemilu Israel

Kamis, 31 Januari 2019 - 13:15 WIB

FAJAR.CO.ID – Saingan terberat Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dalam pemilu pada April mendatang adalah seorang mantan jenderal yang populer. Dilansir dari Reuters pada Kamis (31/1), mantan Kepala Militer Israel Benny Gantz memperoleh hasil jajak pendapat yang bagus sejak pidato kampanye pertamanya.

Namun, dalam sebuah kontes multi partai, pemenang pemilu selalu ditentukan melalui pemungutan suara dan kesepakatan pascapemilihan. Saat ini Netanyahu masih sibuk membangun koalisi sayap kanan di parlemen.

Dalam pidato yang ditunggu-tunggu pada hari Selasa, Benny Gantz mengritik kepemimpinan Pemerintah Israel saat ini yang cenderung menjauh dari rakyat dan hanya peduli pada kekuasaannya.

Empat jajak pendapat di TV Israel dan situs-situs berita pada hari Rabu menunjukkan lonjakan popularitas untuk Gantz.
Survei menunjukkan partai Gantz mendapatkan antara 19 dan 24 kursi di parlemen yang beranggotakan 120 orang. Jumlah itu meningkat dari antara 12 dan 15 dalam jajak pendapat sebelumnya.

Komentator politik menggambarkan Gantz sebagai kandidat pertama dalam beberapa tahun yang bisa dianggap rakyat sebagai saingan setara untuk Netanyahu, dalam hal keahlian keamanan. Dalam pidatonya pada hari Selasa, Gantz menyoroti catatan militernya dan berbicara tentang kebijakan-kebijakan yang ingin dia kejar.

Gantz berjanji untuk berupaya meningkatkan keamanan sambil berjuang untuk mengejar perdamaian.

Pengamat Politik, Yaron Dekel mengatakan di Channel 13 Israel, jika Gantz mempertahankan momentumnya dan jumlah suara Partai Likud Netanyahu turun jadi 28 kursi, maka semua hal bisa terjadi. “Ini akan menjadi pertarungan yang belum pernah kita lihat sebelumnya,” katanya.

Menurut Dekel, banyak kemungkinan terjadi. Apakah Gantz dan partainya bisa menarik cukup dukungan pemilih.

Apalagi saat ini Netanyahu juga memiliki masalah hukum. Jaksa Agung Israel saat ini sedang mempertimbangkan apakah akan menuntutnya dalam tiga kasus korupsi, sambil menunggu pra-sidang. Keputusannya kemungkinan akan diumumkan sebelum pemungutan suara pada 9 April.

(JPC)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.