Berkas Mantan Sekkab Bantaeng Diserahkan ke JPU

0 Komentar

ILUSTRASI

FAJAR.CO.ID, BANTAENG — Berkas kasus dugaan korupsi biaya pengiriman mesin yang menjerat Mantan Sekkab Bantaeng, H Abdul Gani, kini telah diterima tim Jaksa Penuntut Umum (JPU). Gani saat ini berstatus tersangka wajib lapor di Kejaksaan Negeri setempat.

“Pak Gani berstatus wajib lapor sebagai tersangka,” ujar HM Syahrir Hamzah staf Intelijen Kejari Bantaeng, Kamis (31/1).

Kepala Seksi Intelijen Kejari Bantaeng, Budi Setyawan, berkas Gani rampung setelah tim penyidik Intelijen bekerja selama seminggu. Kata dia, berkas perkara dugaan tindak pidana korupsi tersebut, Rabu (30/1) sudah diserahkan ke Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Tim JPU melakukan penelitian berkas perkara. Jika dianggap sudah memenuhi unsur kelengkapan materil dan formil, kata dia, selanujutnya dilimpahkan ke Pengadilan Tipikor Makassar untuk diproses.

Keterlibatan Gani dalam kasus ini ketika dia menjabat sebagai Kepala Dinas Perindustruan, Perdagangan, Pertambangan dan Energi (Perindagtamben) tahun 2013.

Waktu itu, Pemkab Bantaeng membangun pabrik pupuk SRF (Slow Release Fertilizer) atau pupuk lepas lambat. Dinas Perindagtamben adalah leading sector pengadaan mesin pabrik.
Gani disangka turutserta dalam kasus mark-up biaya pengiriman mesin sebesar Rp 800 juta. Mesin tersebut dikirim dari Jakarta menuju Bantaeng dengan kode lelang 43630. Sumber dana APBD Bantaeng 2013.

Sebelumnya, Pengadilan Tipikor telah memvonis Tjintjing Tompo, Staf Disperindagtamben Bantaeng selaku PPTK dan Isdar binti Zainudin selaku pihak ketiga. (wam/bkm/fajar)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...