Pemerintahan Jokowi Dinilai Grasa-Grusu dan Amburadul, Ini Buktinya

Jumat, 1 Februari 2019 - 15:15 WIB

FAJAR.CO.ID,- Penarikan surat Menteri Pemuda dan Olahraga, Imam Nahrawi terkait imbauan menyanyikan lagu Indonesia Raya sebelum pemutaran film di bioskop merupakan bukti nyata dari pengelolaan pemerintahan yang amburadul.

Presidium Persatuan Pergerakan, Andrianto mengaku sudah menduga hal semacam ini bakal terjadi. Pasalnya, Presiden Joko Widodo saja sering melakukan kegaduhan. Terbaru, terkait hoax pembebasan Abu Bakar Baasyir.

“Nah kan, sudah diduga. Tata kelola pemerintahan serba amburadul. Kesannya berkerja grasa-grusu. Semua ini karena lemahnya chief goverment,” kata Andrianto saat berbincang dengan redaksi, Jumat (1/2).

Lemahnya kepemimpinan nasional ini diduga karena ada kepanikan yang timbul akibat elektabilitas petahana Jokowi yang kian merosot.

Dengan demikian, kebijakan yang diambil Jokowi dan jajarannya pun hanya bertujuan umtuk mendapatkan perhatian masyarakat, demi mendongkrak elektabilitas paslon 01.

“Semua berdasar ukuran elektabilitas tidak meningkat kinerja akhirnya ngoyo. Ada kesan rezim sudah mulai gugup. Tak tahu harus gimana lagi ambil simpati. Yang ada makin ngawur,” ujar Andrianto.

Namun yang ada, karena diambil tanpa didasari dengan pertimbangan matang, kebijakan-kebijakan itu justru akan membuat tingkat elektabilitas Jokowi pada Pilpres 2019 tergerus.

“Tampaknya sudah sulit mencegah longsornya elektabilitas,” pungkas Andrianto, aktivis mahasiswa tahun 1998. [rus]

loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.