TKN: Selama Prabowo Narasinya Begitu, Elektabilitasnya Tak akan Naik

Jumat, 1 Februari 2019 - 16:37 WIB

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Elektabilitas kedua pasangan calon (paslon) capres-cawapres tak berubah jauh. Dari hasil survei Lingkaran Survei Indonesia (LSI) misalnya, tingkat keterpilihan petahana masih unggul dibandingkan paslon penantang.

Menanggapi hal tersebut, Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf Amin, Abdul Kadir Karding menilai, stagnasi elektabilitas Prabowo-Sandi disebabkan ketiadaan narasi menarik yang berhasil dibangun tim sukses (timses) mereka.

“Selama model kampanye dan narasi yang dibangun seperi itu-itu saja, maka tidak akan banyak perubahan,” kata Karding dalam keterangan tertulis yang diterima JawaPos.com (Grup Fajar), Jumat (1/2).

Selain faktor tersebut, Karding melihat masyarakat sudah cukup mengenal Prabowo dan Sandiaga. Menurut Karding, hal inilah yang memberatkan keduanya mengerek elektabilitas meskipun melalui debat capres-cawapres.

“Masyarakat sudah memahami siapa mereka sesungguhnya,” ujarnya.

Atas dasar itu, Karding menilai hasil survei LSI sangat masuk akal. Jokowi, kata Karding, memang lebih berkomitmen ketimbang Prabowo.

“(Prabowo) berbeda dari Pak Jokowi yang memperlihatkan bukti dan komitmen yang kuat untuk membangun dan memperbaiki Indonesia,” ungkapnya.

Sebagai informasi, LSI merilis hasil survei terbarunya pada Rabu (30/1), usai debat perdana yang digelar 17 Januari. Hasilnya, elektabilitas kedua paslon tak berubah signifikan, namun Jokowi-Ma’ruf tetap memimpin.

Elektabilitas Jokowi-Ma’ruf pascadebat sebesar 54,8 persen. Sementara elektabilitas Prabowo-Sandi sebesar 31 persen, naik tipis dibandingkan per Desember 2018 yang di level 30,6 persen.

(JPC)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.