Wacana Motor Masuk Tol, Polisi Perbolehkan Asal Penuhi Syarat Ini

Jumat, 1 Februari 2019 - 16:32 WIB

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Wacana kendaraan roda dua dibolehkan melintasi jalur Traffic on Large (Tol) di wilayah hukum Jakarta dan sekitarnya direspon Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Metro Jaya. Wacana itu semakin ramai diperbincangkan karena dianggap sebagai solusi mengatasi kemacetan di ibu kota.

Kasubdit Gakkum Polda Metro Jaya, Kompol Herman Ruswandi mengaku menyambut baik wacana yang dilontarkan DPR RI. Namun demikian, menurutnya perlu kajian mendalam untuk melegalkan kendaraan roda dua bisa melintasi jalur Tol dalam kota. Terutama untuk mempertimbangkan aspek keselamatan penumpang.

Dirinya mengaku menyambut baik wacana tersebut. Akan tetapi pembahasan itu perlu dikaji secara lintas sektoral institusi terkait.

“Ya boleh saja, asalkan dibuat jalur khusus untuk motor. Karena pertimbangannya sudah pasti aspek bahaya bagi pengendara,” ujarnya saat dikonfirmasi, Jumat (1/2).

Menurutnya, dari pihak kepolisian memang tidak mempermasalahkan jika wacana kendaraan roda dua dilegalkan melintasi jalur Tol. Akan tetapi, perlu ada payung hukum untuk diatur dalam undang-undang.

“Kalau di Tol bisa dilintasi motor, harus ada space jalur khusus. Kalau tidak ada, saya tidak sependapat. Karena dari aspek keselamatan tidak memungkinkan,” ujarnya.

Herman tidak bisa memastikan jika wacana itu mampu mengurangi dampak kemacetan di Jakarta. Mengingat, pertimbangan-pertimbangan dari pembahasan lintas sektoral dengan instansi terkait pun perlu dibahas.

Seperti, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) selaku lembaga yang berwenang dalam hal pembangunan dan pemeliharaan jalan raya, perlu berkoordinasi dengan Kementerian Perdagangan yang memiliki otoritas dalam perdagangan kendaraan bermotor.

“Kalau bicara mengatasi kemacetan, kita harus bicara dengan Kementerian PUPR dengan Kementerian Perdangagan. Apakah PUPR sudah berkoordinasi dengan Kementerian Perdagangan soal kelayakan jalan dengan jumlah motor yang makin banyak?. Karena tidak berimbang antara jumlah kendaraan yang lahir dan jalan yang lahir,” jelas Herman.

Sebelumnya Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Herry Trisaputra Zuna menyampaikan bahwa kendaraan roda dua bisa saja dibolehkan melintasi jalur tol. Asalkan, mempunyai jalur khusus yang terpisah dari jalur mobil.

“Jalur motor di jalan Tol harus dibuat terpisah dengan mobil, dan bukan mengganti fungsi bahu jalan untuk digunakan untuk jalur motor,” terangnya.

(JPC)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.