Longsor di Bengkayang, Tiga Orang Meninggal

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, BENGKAYANG – Longsor terjadi di Desa Medeng dan Desa Sungkung II, Kecamatan Siding, Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat, Kamis (31/1) pukul 21.30.

Juru Bicara BNPB Sutopo Purwo Nugroho mengatakan, longsor disebabkan curah hujan deras dan kondisi tanah yang labil. Longsor menyebabkan tiga orang meninggal dunia, dua hilang dan 11 rumah tertimbun.

“Permukiman warga berada di bawah lereng perbukitan saat longsor menimbun 11 rumah. Dari tiga korban meninggal dunia salah satunya adalah balita,” kata Sutopo, Jumat (1/2).

Sutopo menjelaskan, pencarian dua korban hilang masih dilakukan oleh tim SAR gabungan dari BPBD, TNI, Polri, SKPD, relawan dan masyarakat. “Akses ke lokasi cukup sulit, hanya dapat dilakukan menggunakan sepeda motor,” katanya.

Pada bagian lain, hujan deras yang berlangsung selama tiga jam telah menyebabkan banjir di beberapa titik di antaranya di Perumahan Citraland, Taman Puspa, Pakuwon, Bukit Palma di Kota Surabaya, Jawa Timur, Kamis (31/1) pukul 15.30.

“Banjir menyebabkan satu anak pelajar kelas 1 SMP YPPK Wiyung yang terseret arus masuk ke dalam gorong-gorong,” ujarnya.

Dia menjelaskan, peristiwa berawal ketika sepeda motor orang tua korban mogok karena banjir. Ayah korban kemudian mendorong sepeda motor. Korban bersama adiknya berjalan di belakang, atau sekitar 10 meter dari ayahnya.

Beberapa saat kemudian, korban bermain gabus di pinggir sungai yang meluap sekitar 30 centimeter ke jalan. Tanpa sepengetahuan ayahnya, tiba-tiba korban terperosok ke dalam sungai yang mengalir deras. Adiknya sempat berusaha menolong, namun keduanya hanyut terbawa arus banjir.

“Adik korban berhasil diselamatkan warga yang kebetulan lewat di lokasi. Sedangkan korban hilang terbawa arus,” ungkapnya.

Pencarian dilakukan oleh petugas SAR dan masyarakat dengan menyusuri pinggiran sungai, serta menggunakan perahu karet. Pada pukul 20.10, korban berhasil ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Korban langsung dievakuasi menggunakan ambulan ke rumah korban. Banjir telah surut pada pukul 22.00.

Longsor juga terjadi di Kelurahan Mahawu, Kecamatan Tuminting, dan Kelurahan Tikalabaru, Kecamatan Tilaka, Kota Manado, Sulawesi Utara, Jumat (1/2) pukul 08.00 WITA. Longsor menyebabkan dua orang meninggal dunia dan beberapa rumah rusak berat. BPBD Kota Manado Bersama TNI, Polri, relawan dan masyarakat melakukan penanganan longsor. Pendataan dampak longsor masih dilakukan BPBD. (boy/jpnn)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...