Tebang Hutang Lindung, Enam Warga Gowa Dibekuk Polisi, Satu Ketua RT

Sabtu, 2 Februari 2019 - 17:54 WIB

FAJAR.CO.ID, GOWA – Aparat kepolisian Polres Gowa berhasil mengamankan enam pelaku yang diduga melakukan perambahan di hutan lindung di Dusun Matteko, Desa Erelembang, Kecamatan Tombolopao, Kabupaten Gowa. Mereka merupakan warga Dusun Matteko.

Para pelaku masing-masing DPB (29) Ketua RT Dusun Matteko dan NT (64) Ketua RK Dusun Matteko yang berperan menyuruh penebangan. Sementara empat pelaku lainnya merupakan petani dengan inisial NC (40), NS (43), SM (20) dan AL (31).

“Setelah dilakukan penyelidikan, enam tersangka diamankan karena melakukan perambahan hutan dengan modus menggergaji pohon-pohon pinus tersebut dan membiarkannya di Dusun Matteko,” kata Kapolres Gowa AKBP Shinto Silitonga dalam konfrensi pers di Mapolres Gowa, Sabtu (2/2/109).

Shinto menyebutkan, kronologis kejadiannya berawal dari informasi warga tentang adanya penebangan pohon. Sehingga Kapolsek Tombolopao bersama personel pun langsung melakukan penyelidikan.

Para pelaku melakukan penebangan 56 pohon pinus di kawasan hutan lindung. Awalnya, mereka sempat berdalih menebang pohon untuk menghindari terganggunya tiang listrik yang terpasang di area tersebut.“Namun kami tetap percaya bahwa para pelaku melakukannya atas dasar motif ekonomi,” kata Shinto.

Dari tangan para pelaku, polisi menyita sejumlah barang bukti, di antaranya dua unit gergaji mesin, dua batang kayu pinus yang telah dibelah, dan dua lembar papan yang telah diolah. Polisi pun terus mengembangkan kasus ini.

“Kami akan terus melakukan pengembangan dan penegasan hukum kepada para pembalak liar meskipun pelakunya adalah masyarakat setempat, agar dapat memberikan efek jera untuk tidak secara mudah melakukan perambahan hutan,” tegas Shinto.

Dalam kasus ini, para pelaku pun kini dijerat dengan pasal 94 juncto pasal 19 atau pasal 84 juncto pasal 12 atau pasal 82 juncto pasal 12 UU RI Nomor18 tahun 2013 tentang pencegahan dan pemberantasan pengrusakan hutan dengan ancaman hukuman paling lama 15 tahun penjara dan denda paling sedikit Rp10 miliar.

(muh aliyafid/pojoksulsel)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.