Dor! Dua Pelaku Curanmor di Tambora Ditembak Polisi

Minggu, 3 Februari 2019 - 17:27 WIB

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Berusaha melawan petugas saat ditangkap, dua pelaku pencurian sepeda motor (curanmor) ditembak. Kedua tersangka itu berinisial HI, 33, dan AI, 22. Mereka kini diamankan oleh Polsek Tambora Jakarta Barat.

Kedua tersangka itu terbukti melakukan tindak kejahatan curanmor. Menurut Kapolsek Tambora Kompol Iver Son Manossoh, kejadian itu bermula pada Kamis (31/21), kedua warga Serang Banten itu sudah punya niat untuk melancarkan aksinya.

Sekitar pukul 22.00 WIB, keduanya berangkat dari Stasiun Parung Panjang menuju Stasiun Duri, Tambora, Jakarta Barat. Saat berjalan di Jalan Duri Bangkit, keduanya melihat sepeda motor yang terparkir.

Diketahui, motor tersebut milik korban berinisial DF, Warga RT 012 RW 09 Jembatan Besi, Tambora. Melihat motor yang terparkir di tempat sepi, keduanya mendekati motor korban.

Tak menunggu waktu lama, HI langsung merusak kunci kontak motor dengan kunci T yang sudah disiapkan. Sementara AI mengawasi lingkungan setempat.

“Keduanya berhasil membawa kabur motor curiannya. Dari kejadian itu, korban melaporkan ke Polsek Tambora. Pihak kami langsung mencari keberadaan pelaku,” ujar Kompol Iver Son Manossoh, Minggu (3/2).

Selanjutnya, jajaran Unit Reskrim Polsek Tambora dipimpin Kanit Reskrim AKP Supriyatin melakukan observasi wilayah di Duri Bangkit. Saat melintas, petugas memergoki dua orang mencurigakan. Ternyata mereka merupakan pelaku curanmor yang baru saja beraksi menggasak sepeda motor korban.

Dari situ, polisi segera mengejar dan menangkap kedua pelaku. Namun, saat hendak diamankan kedua tersangka itu justru melawan. Sehingga, petugas terpaksa mengambil tindakan tegas dengan menambak kaki kedua tersangka.

“Saat hendak ditangkap, kedua pelaku melawan petugas. Sehingga kami ambil tindakan tegas dan terukur menembak kaki pelaku,” katanya.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, kedua tersangka dijerat dengan Pasal 363 KUHPidana tentang tindak pidana Pencurian dengan pemberatan. Dengan ancaman hukuman maksimal 7 tahun.

(JPC)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.