Program Tol Laut Jokowi Diklaim Turunkan Biaya Logistik Nasional

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Penerapan tol laut didorong supaya terintegrasi dan terkoneksi secara end-to-end. Untuk mendukung itu, Kementerian Perhubungan mendorong pemda mengembangkan dasbor yang berisi tentang pergerakan data secara real time.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menekankan, penerapan tol laut sebagai pengangkutan logistik kelautan bukan port-to-port atau dari pelabuhan ke pelabuhan. Melainkan end-to-end atau dari produsen ke konsumen.

“Karena itu, keberadaan dasbor sebagai komunikasi teknologi informasi sangat penting. Kami meminta pemda mengaktifkan itu. Kalau itu dieksekusi, biaya bisa diturunkan. Jadi, rantai bisnisnya dipotong,’’ ujarnya dikutip Jawa Pos, Selasa (5/2).

Sektor yang bisa memanfaatkan secara end-to-end tersebut ialah perikanan. Karena itu, pihaknya meminta bantuan dari pemerintah daerah untuk menentukan tiga titik sentra perikanan. Data terkait perikanan di tiga sentra tersebut akan tercantum di dalam dasbor.

’’Tadi nelayan bilang salah satunya di Dobo (Kepulauan Aru, Maluku). Kemudian di Kupang dan Sorong. Dengan begitu, nelayan bisa mendapatkan harga yang baik. Kami akan siapkan kapal khusus dari Dobo ke Juwana (Pati, Jateng),’’ jelasnya.

Pada tahun ini, Kemenhub juga menyiapkan 100 kapal sebagai upaya menekan disparitas harga dalam program tol laut. Sebanyak 100 kapal itu terbagi atas 50 unit untuk BUMN dan 50 unit untuk swasta.

Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita mengaku telah mengembangkan program Gerai Maritim melalui pemanfaatan tol laut secara optimal. Tujuan program itu, antara lain, mengurangi biaya distribusi barang dan memperluas jaringan distribusi produk unggulan daerah setempat sebagai muatan balik. Lalu, meningkatkan kesejahteraan petani serta nelayan di daerah terpencil, tertinggal, terluar, dan perbatasan (3TP).

’’Masyarakat di 3TP merasakan ketersediaan barang kebutuhan pokok dan barang penting lebih terjamin,’’ jelas Enggar.

Berdasar pendataan Kementerian Perdagangan dan pemerintah daerah, pada 2018 tercatat ada 437 pedagang dari 35 kabupaten/kota yang bisa memanfaatkan tol laut dan yang daerahnya dilalui trayek tol laut.

Dirut PT Pelni Insan Purwarisya L. Tobing mengatakan, selain mengangkut penumpang, pihaknya mendistribusikan barang ke berbagai wilayah. Pada 2018, Pelni mengangkut 20 ribu TEUs kontainer dan 90 metric ton general cargo.

’’Dan, barang yang kami angkut itu berpengaruh terhadap kebutuhan masyarakat di Indonesia Barat dan Indonesia Timur,’’ kata Insan.

Pelni juga meminta pemerintah menggalakkan industri-industri di wilayah timur supaya hasil produksinya bisa dibawa ke wilayah Barat. ’’Kapal kami dari timur ke barat masih punya space yang cukup untuk dikembangkan. Mudah-mudahan bisa meningkatkan load factor. Prinsipnya, Pelni dan Djakarta Lyod siap menjalankan tol laut dengan optimal,’’ pungkasnya.

(JPC)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...