Masih Teror Bakar Kendaraan di Jateng, Satu Mobil lagi Nyaris Hangus

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, SEMARANG – Pelaku teror bakar kendaraan masih bergentayangan di Jateng. Sasaran mereka bukan hanya Semarang. Kabupaten Kendal yang berjarak sekitar 40 kilometer dari Semarang kembali disasar. Kemarin dini hari (5/2) satu mobil menjadi korban pembakaran lagi.

Insiden itu terjadi di Desa Karangayu, Kecamatan Cepiring, Kabupaten Kendal, sekitar pukul 04.30. Sebuah mobil Daihatsu Xenia bernomor polisi H 9474 DD dibakar orang tak dikenal. Mobil hitam tersebut sedang diparkir di garasi rumah. Saat itu Nawang Sumirat, pemilik mobil, bersama keluarganya menonton televisi setelah salat Subuh berjamaah. “Tiba-tiba dari luar terdengar seperti suara letupan api,” kata dia.

Seketika Nawang dan seluruh anggota keluarga keluar rumah. Mereka kaget mendapati kap dan kaca depan mobil sudah dilalap api. Dibantu istri dan dua anak laki-lakinya, Nawang lantas mengambil air dari kamar mandi untuk memadamkan api. Dia juga berteriak meminta bantuan warga. “Untung cepat padam. Hanya wiper dan selebor ban depan sebelah kanan yang terbakar,” jelasnya.

Priyo, warga setempat, mengaku sempat mendengar suara sepeda motor yang berhenti di depan rumah Nawang. Kepala Desa Karangayu Ahmad Riyadi menyatakan hal senada. “Ada dua pelaku. Satu pelaku melempar benda ke arah mobil yang langsung terbakar. Dua pelaku itu lalu kabur naik motor ke arah timur,” terang Riyadi.

Kapolres Kendal AKBP Hamka Mappaita enggan berkomentar atas aksi teror bakar mobil tersebut. Perwira dengan dua melati di pundak itu malah menyuruh menunggu komentar Kapolda Jawa Tengah Irjen Condro Kirono.

Jawa Pos (Grup Fajar) juga berusaha mengonfirmasi Kasatreskrim Polres Kendal AKP Nanung Nugroho. Tapi, Nanung juga memilih bungkam. “Mohon maaf, kami sedang dengan tim. Intinya, Polri sedang bekerja keras untuk mengungkap kasus itu,” ujar perwira dengan tiga balok di pundak tersebut.

Berdasar data yang dihimpun Jawa Pos, di Kendal sudah ada sembilan kasus pembakaran kendaraan yang terjadi sejak akhir Desember hingga Februari ini. Terdiri atas delapan kasus pembakaran mobil dan satu motor. Yakni di Kecamatan Cepiring (3 mobil), Rowosari (1 mobil), dan Brangsong (2 mobil). Selain itu di Kaliwungu (1 mobil dan 1 motor) serta Kota Kendal (1 mobil).

Jumlah tersebut lebih sedikit jika dibandingkan dengan aksi teror bakar kendaraan di Kota Semarang. Hingga pukul 17.00 kemarin, tercatat 17 laporan kejadian yang diterima Polrestabes Semarang. Berdasar data tersebut, rata-rata aksi teror dilakukan pukul 03.00 hingga 05.00. Hanya sekali ada insiden pukul 22.30, yakni saat teror pembakaran pikap Mitsubishi T120SS di Jalan Rejosari Tengah II, Semarang Timur, Minggu (3/2).

Kecamatan Ngaliyan menjadi daerah paling rawan aksi teror. Ngaliyan termasuk kawasan padat penduduk. Namun, fasilitas penerangan terbilang kurang. Terutama memasuki kawasan Kelurahan Beringin dan Tambak Aji. Saat malam kawasan tersebut sepi. Potensi untuk terjadinya tindak kriminal pun tinggi.

(han/bud/idr/c9/oni/JPC)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment