Ternyata Kematian Taruna ATKP Sudah Dua Kali Terjadi

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Aldama Putra (19), meregang nyawa setelah setelah dianiaya oleh seniornya di sebuah kamar di kampus Taruna Akademi Teknik Keselamatan Penerbangan (ATKP) Makassar, Minggu 3 Februari lalu.

Aldama menjadi korban penganiayaan hanya karena tidak memakai helm memasuki area kampus ATKP. Aldama kemudian mendapat teguran dari pelaku MR (senior tingkat 2) karena persoalan itu, kemudian diseret di dalam kamar dan dianiaya hingga tewas.

Penetapan MR sebagai tersangka setelah polisi memeriksa 22 orang saksi, baik dari taruna maupun dari pihak kampus ATKP.

“Sampai saat ini kami sendiri memeriksa kurang lebih 22 saksi dan kami sudah melakukan pemeriksaan maraton kemarin. Tapi sampai tadi malam kami baru menetapkan satu tersangka inisial MR (21), itu untuk sementara. Tapi tidak menutup kemungkinan akan ada tersangka lain,”ujar Kapolrestabes Makassar Kombes Pol Wahyu Dwi Ariwibowo saat konferensi pers di Mako Polrestabes Makassar, Selasa (5/2/19).

Sejauh ini, lanjut Wahyu, hasil keterangan yang diperoleh bahwa tidak ada motif dendam diantara korban dengan pelaku. Wahyu menjelaskan, bentuk penganiayaan terhadap korban yaitu pemukulan di bagian dada.

Kasus penganiayaan yang berujung pada kematian taruna ATKP tidak hanya terjadi sekali saja. Hal serupa terjadi pada tahun 2016 silam.

Adalah Ari Pratama (20), yang juga merupakan taruna Akademi Teknik dan Keselamatan Penerbangan (ATKP) Makassar. Ia ditemukan tewas di dasar kolam renang Tirta Yudha milik Brigif Linud 3/TBS Kostrad, Kariango.

Kematian Ari Pratama ini diduga dianiaya karena ditemukan luka lebam pada bagian perut. Korban tewas pada November 2016 lalu, dan terungkap setelah keluarga korban melaporkan kejadian tersebut ke Polres Maros.(sul)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

0 Komentar