Yusril Yakin Ba’syir Bebas, Moeldoko Ngotot Harus Penuhi Syarat Dulu

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Pengacara kondang Yusril Ihza Mahendra menyebut ‎bebasnya terpidana kasus terorisme Abu Bakar Ba’asyir‎ tinggal menunggu waktu. Bahkan Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB) itu mengaku juga akan berbicara lagi dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengenai Ba’asyir.

Menanggapi hal tersebut, ‎Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko mengatakan kalaupun nanti Yusril kembali menemui Presiden Jokowi, Maka keputusan negara tetap tidak akan berubah. Sebab apabila Ba’asyir bebas harus menyatakan setia terhadap Pancasila dan cinta NKRI.

“Kan Pak Jokowi sudah disampaikan ke media, persyaratannya harus terpenuhi. Waktu itu kan sudah menyampaikan‎‎,” ujar Moeldoko kepada JawaPos.com (Grup Fajar), Rabu (6/2).

Menurut mantan Panglima TNI ini, prinsip bernegara tidak mengenal negosiasi. Artinya apabila aturan Ba’asyir bebas harus setia terhadap Pancasila dan cinta NKRI, maka itu menjadi syarat mutlak.

“Yang berkaitan dengan prinsip bernegara itu kan enggak bisa dinegosiasikan. Itu saja intinya, Dan itu kan sebagai syarat,” tegasnya.

Sebelumnya, Yusril Ihza Mahendra mengaku, pembebasan Abu Bakar Ba’asyir tinggal menunggu waktu. Konsolidasi dengan sejumlah pihak masih dirampungan demi mencapai pembebasan bersarat pemimpin kelompok Majelis Mujahidin Indonesia itu.

“Kita tunggu momentumnya, nantilah ketika tidak ada lagi pro kontranya,” ujar Yusril dalam keterangan tertulis‎nya.

Sebelumnya rencana pembebasan Abu Bakar Ba’asir menimbulkan pro kontra. Presiden Jokowi kemudian meminta Yusril untuk mendatangi Abu Bakar Ba’asiyr di Lapas Gunung Sindur, Bogor demi mempercepat itu.

Di sisi lain, Menkopolhukam, Wiranto tak sependapat dengan hal itu. Ia menilai pembebasan Baasir perlu mempertimbangkan beberapa aspek lain, seperti Pancasila, NKRI, maupun hukum.

Yusril enggan berkomentar lebih mengenai pendapat Wiranto. Ia tidak mengetahui maksud dari Wiranto. Baginya segala adminstrasi untuk membebaskan Abu Bakar Baasir sudah rampung dan tinggal menunggu momentum yang tepat. Hal tersebut sudah ia sampaikan ke Jokowi.

“Kalo tidak disinggung Pancasila, mungkin dia sudah bebas. Semua orang tau, siapa yang taat kepada islam, dia taat pada Pancasila,” katapenasihat hukum Jokowi-Ma’ruf Amin ini.

Meskipun demikian, terhadap pembebasan Baasir pihaknya menyerahkan sepenuhnya kepada pemerintah. Menurutnya, tugas Presiden untuk membantu melengkapi persyaratan sudah ia selesaikan.

“Mungkin nanti kita obrolin lagi dengan Presiden dan pak Wiranto,” pungkasnya.

Sekadar informasi, ‎Presiden Jokowi mengatakan jika terpidana terorisme, Abu Bakar Baasyir, akan bebas maka sifatnya bebas bersyarat bukan bebas murni.

Jokowi menjelaskan sifatnya yang bebas bersyarat, maka salah satu yang harus dilakukan oleh Baasyir adalah menyatakan setia pada NKRI dan Pancasila. Jika ia enggan melakukannya maka pemerintah tidak bisa asal membebaskannya.‎(gwn/Gunawan Wibison)

(JPC)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...