Bawaslu Sulsel Dilarang Pantau Percetakan Surat Suara Pileg dan Pilpres

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Sulsel dilarang melakukan pemantauan langsung pencetakan surat suara Pileg dan Pilpres oleh PT Adi Perkasa Makassar.

Kejadian itu terjadi saat anggota Bawaslu Sulsel Amrayadi mengunjungi PT Adi perkasa di Jalan Adipura, Makassar, Kamis (7/2/2019) pagi, dengan maksud memantau pencetakan dan distribusi sura suara.

Namun saat tiba, Amrayadi tidak dibiarkan masuk di lokasi pencetakan. Ia dihalangi oleh salah seorang staf KPU RI yang berjaga.

Komisioner Bawaslu Sulsel Saiful Jihad mengatakan, pihaknya diperbolehkan masuk jika telah mendapat izin dari pihak KPU RI.

“Hingga saat ini, kami dari Bawaslu Sulsel belum diberi izin oleh pihak staf KPU RI yang berjaga di Percetakan Surat Suara untuk bisa melihat dan mengawasi proses persiapan, desain dan aktifitas percetakan Surat Suara,” kata Saiful Jihad, Kamis (7/2/2019).

Bahkan kata Saiful Jihad, ini merupakan kali ke dua, Bawaslu Sulsel mengunjungi lokasi pencetakan surat suara dan masih tetap mendapatkan penolakan.

“Padahal, agenda pencetakan Surat Suara untuk Sulsel, itu dimulai tanggal 12 Februari 2019. Kami sudah dua kali mengunjungi percetakan, tetapi tidak diberi izin, jika tidak ada izin langsung dari KPU RI di Jakarta,” papar Saiful Jihad.

“Padahal menjadi tugas kami untuk memastikan banyak hal terkait Surat Suara sebelum dicetak, dikepak dan dikirim,” tambah Saiful Jihad.

Saiful Jihad menegaskan, pihaknya berkwajiban untuk memaastikan desain surat suara sesuai yang disepakati, khsusunya untuk Caleg DPD RI.

“Sebelum Surat Suara dicetak, kami mesti memastikan desainnya sesuai denga dummy dan spacemen yang ditandatangani oleh LO Partai dan DPD, baik terkait tataletak, ukuran, nama dan foto calon DPD, dan yang lainnya. Untuk itu,” tegas Saiful Jihad.

“Kami dari Bawaslu tidak bertangungjawab, jika ada kesalahan dan atau tidak sesuai dengan dummy dan spacemen yang telah disetujui oleh parta dan DPD,” tutup Saiful Jihad.

Sampai saat ini, Bawaslu Sulsel masih terus berupaya berkoordinasi dengan Bawaslu RI perihal permasalahan tersebut.

Sekedar informasi, di Sulsel terdapat dua perusahaan yang dipercaya melakukan pencetakan surat suara yakni PT Adi Perkasa Makassar dan Gramedia Group.

(gunawan songki/pojoksulsel)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...