Soal Tuduhan Propaganda Rusia, BPN: Jokowi Ceroboh!

FAJAR.CO.ID- Propaganda Rusia menjadi pembicaraan di kalangan dua kubu capres yang berlaga pada Pilpres 2019. Hal itu bermula dari pernyataan Jokowi yang menyebut sebuah artikel dari Christopher Paul dan Miriam Matthews. Kedua penulis itu mengungkap Firehose of Falsehood.

Pernyataan propaganda Rusia ini pun mendapat respons dari pihak Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi. Wakil Ketua BPN Priyo Budi Santoso mengeluhkan sikap Jokowi tersebut. Atas pernyataannya sebagai presiden, Kedutaan Besar Rusia sampai angkat bicara.

"Jadi kali ini mohom maaf saya harus mengatakan Pak Jokowi agak ceroboh. Pernyataan beliau mengagetkan dan ternyata dibantah oleh Kedutaan Besar Rusia. Bahkan Pak duta besar sendiri menyampaikan rasa tidak nyamannya," ujar Priyo saat ditemui di Kantor KPU, Jakarta, Rabu (6/2).

 

Priyo Budi Santoso: Mohon Maaf, Pak Jokowi Agak Ceroboh

Capture twitter Kedubes Rusia untuk Indonesia (Twitter/RusEmbJakarta)Alasan Priyo menyebut Jokowi ceroboh yakni, konotasi propaganda Rusia sangat buruk. Apalagi bentuk propaganda Rusia berupa strategi menerapkan kebohongan dan menakuti-nakuti masyarakat.

"Ketika Rusia disebut-sebut dalam konotasi yang tidak baik karena berhubungan dengan hoax, kami tim BPN 02 termasuk saya agak prihatin. Presiden tergesa-gesa dan grusa-grusu menyampaikan itu," katanya.

Sekjen Partai Berkarya ini mengaku takut hubungan antara Indonesia dengan Rusia ikut terpengaruh atas statement Presiden Jokowi yang menyebut propaganda Rusia di depan publik. "Saya tidak tahu kalau nanti akhirnya Presiden Putin membaca itu," pungkasnya.

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : Redaksi Fajar

Comment

Loading...