Tidak Mau Balas Dendam, TNI Tetap Anggap KKSB Sebagai WNI

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, PAPUA – Tentara Nasional Indonesia (TNI) tetap menahan diri menghadapi Kelompok Kriminal Separatis Bersenjata (KKSB). Sekalipun belakangan, beberapa prajurit pertahanan negara itu gugur karena diserang.

Kepala Pusat Penerangan TNI Mayjen Sidriadi menerangkan, di Papua, institusinya bersifat membantu operasi penegakan hukum Polri. “Jadi kita tidak semena-mena, karena ada yang mati apalagi tentaranya mati satu, sana harus mati 50, nggak sampai begitu juga,” ujarnya di Balai Media TNI, Kramat Raya, Jakarta, Rabu (6/2).

TNI masih menganggap bahwa orang-orang yang berada di KKSB masih bagian dari Indonesia. “Hanya mungkin karena kriminal, salah jalan. Sehingga kita menganggap mereka warga negara Indonesia, penanganannya tetap menggunakan jalur hukum,” tegas Sisriadi.

Dalam hal kemudian KKSB mengincar penduduk sipil, TNI katanya menduga mereka berupaya mendapatkan perhatian internasional. “Sehingga mereka melakukan hal-hal yang seperti itu dan apa yang dilakukan TNI tetap berpijak pada ketentuan bahwa itu adalah operasi penegakan hukum,” imbuhnya.

Dalam bantuan terhadap Polri, TNI mempunyai kemampuan tempur (kinetik) dan kemampuan non tempur (non kinetik).

Adapun kinetik yakni menggunakan kekuatan senjata kita, seperti pasukan. Pihaknya pun all out dengan mengirim tambahan personel dari Pulau Jawa dan Sumatera guna menutup kekurangan.

Sebab, apabila pasukan Kodam di Papua dikerahkan semua untuk membantu Polri, tidak ada yang menjaga markas. “Itu rawan sehingga ada beberapa pasukan yang dikirim dari beberapa kodam secara bergilran untuk membantu tugas Polri dalam penegakan hukum di Papua,” jelas dia.

Untuk non kinetik, pihaknya memberi pencerahan kepada masyarakat. Yakni agar tidak terpengaruh dengan tindak tanduk KKSB. Sekaligus memberikan keyakinan kepada masyarakat mereka dilindungi TNI fari intimidasi seperti penembakan yang dilakukan kelompok tersebut.

“Penembakan itu sebagai intimidasi agar yang lain takut, kami memberikan penerangan agar tidak perlu takut karena memang kami melindungi mereka secara fisik dengan kehadiran prajurit TNI,” pungkas Sisriadi

(JPC)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...