Diprediksi Kalah oleh Lembaga Survei, Sandi: Ini Mirip Pilkada DKI


FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Jelang dua bulan pencoblosan, pasangan calon nomor urut 02 Prabowo-Sandi masih tertinggal 20 persen suara dari paslon petahana. Fakta itu terpotret dari dua hasil lembaga survei terakhir, yakni Populi Center dan Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA.Kondisi ini rupanya tak membuat cawapres nomor urut 02 Sandiaga Uno khawatir. Dia malah membandingkan prediksi lembaga survei dengan pilkada DKI Jakarta di 2017 lalu. Ketika itu, memang tidak ada satu pun lembaga survei yang memprediksi dirinya bersama Anies Baswedan akan menang.”Ini mirip-mirip waktu DKI. Semua (lembaga survei) di pilkada DKI juga begitu. Kami terima masukan aja,” kata Sandi di Jakarta, Jumat (8/2).Namun, Sandi mempunyai data sendiri terkait kekuatan elektoral dirinya bersama Prabowo di pilpres 2019. Dia bilang, elektabilitasnya berbeda dari prediksi lembaga survei arus utama.”Survei internal, kami masih tertinggal sedikit. Tidak sedikit sih, tapi sudah single digit sekarang. Kami sudah cross di angka 40 persen,” jelasnya.Lebih lanjut, Sandi mengatakan, pihaknya akan terus memperbaharui data survei internal mengenai kekuatan elektoralnya di pilpres 2019. Mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta itu menjamin jarak elektabilitasnya dibandingkan petahana kini hanya kurang dari 10 persen.”Ini terbukti strategi kami diterima masyarakat. Selisihnya sekarang di bawah 10 persen. Udah di angka 40 (persen). Itu selisihnya antara 7-9 persen. Ini akan terus sampai di bawah angka 5 persen,” pungkasnya.

KONTEN BERSPONSOR

Komentar