Divonis Hukuman Mati, Kurir Narkoba Akan Banding

FAJAR.CO.ID, PALEMBANG - Perjalanan Muhammad Nazwar Syamsu alias Letto, 25, bersama delapan rekannya sebagai pengedar narkoba kelas kakap berakhir di meja hijau. Pengadilan Negeri (PN) Kelas IA Palembang memvonis Letto dengan hukuman mati.

Terdakwa dinyatakan terbukti melakukan perbuatan melawan hukum sesuai pasal 114 ayat 2 Undang-Undang nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. "Atas perbuatannya, terdakwa dijatuhi hukuman mati," kata Ketua Majelis Hakim Efrata Tarigan saat membacakan putusan, Kamis (7/2) malam.

Mendengar vonis hukuman mati, Letto pun hanya bisa tertunduk lesu. Hingga akhirnya dia menjawab vonis tersebut usai berkonsultasi dengan penasehat hukumnya, Arif Rahman dari Pos Bantuan Hukum Sejahtera. "Saya akan banding," ucap Letto yang terdengar samar di dalam ruang sidang.

Penasihat hukum terdakwa, Arif Rahman mengatakan, putuan hakim di luar ekspetasi yang memutuskan perkara dari seumur hidup menjadi hukuman mati. Hakim mempunyai pertimbangan sendiri dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) dan pledoi dari pihaknya. Namun semuanya dikesampingkan.

Untuk itu, terdakwa mengajukan banding. Sebab terdakwa merasa terjebak pada jaringan narkotika Pak Kumis yang kini masih buron. "Mereka ini ikut terlibat karena terlilit utang dan faktor ekonomi. Peran mereka juga hanya mengantar, bukan sebagai pemakai," terang Arif.

Seperti diketahui, sebanyak sembilan terdakwa kasus narkoba divonis hukuman mati oleh PN Kelas I Palembang. Mereka adalah Muhammad Nazwar Syamsu alias Letto, 25; Trinil Sirna Prahara, 21; Muhammad Hasanuddin, 38; Frandika Zulkifli, 22; Andik Hermanto, Ony Kurniawan Subagyo, 23; Shabda Serdedian, 33; Candra Susanto, 23; Faiz Rahmana Putra, 23.

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : Sonny Wakhyono


Comment

Loading...