Ronda Digital Solusi Cerdas Perangi Hoaks di Medsos


Ia menambahkan, ronda digital ini bisa dilakukan melalui komunitas masyarakat tertentu karena medsos tidak ditentukan oleh letak geografis sehingga bisa berinteraksi di manapun. Misalnya komunitas profesi, hobi, dan lain-lain. Namun, Emrus juga mengingatkan agar hari-hati dalam memahami sebuah konten agar jangan sampai pesan itu malah viral sehingga menguntungkan dan membesarkan pemilik akun.Dalam hal ini, dosen pasca sarjana Universitas Pelita Harapan ini menggaribawahi teori komunikasi yang dikemukakan Willy Karamoy yaitu efek pantul cermin. “Maksudnya ingin meredam atau menolak, tetapi karena salah desain pesannya justru mengangkat dan menyebarkan konten tersebut,” jelasnya.Secara umum, Emrus melihat ada aktor yang sengaja menghembuskan hoaks dan narasi kebencian yang bertujuan untuk menimbulkan gesekan sosial di grass root. Tindakan seperti itu dinilai sebagai kejahatan komunikasi. Ia menjelaskan komunikasi itu seharusnya beradab di tengah publik karena digunakan untuk kesejahteraan masyarakat. Namun yang terjadi di masyarakat kita, komunikasi malah digunakan untuk menyebarkan hoaks dan narasi kebencian yang bisa menimbulkan polarisasi dan gesekan, terutama di tahun politik seperti sekarang ini.“Hoaks dan narasi kebencian disebarkan dengan tujuan politik tertentu. Itu jelas bisa menggangu ketenangan dan kebersamaan dan persaudaraan sesama bangsa Indonesia,” tukas Emrus.Ia mengungkapkan ada perbedaan dalam dunia  politik yaitu politisi politikus dan politisi negarawan. Politisi politikus menghalalkan segala cara untuk memperoleh kekuasaan yang sifatnya transaksional dan pragmatis serta tidak punya visi kebangsaan. Sementara politisi negarawan berbasis kepada kepentingan bangsa dan negara dan untuk kepentingan rakyat. Kekuasaan bagi dia tidak hal penting, tetapi yang penting bagaimana meningkatkan kohesi sosial di suatu negara dan bagaimana meningkatkan kesejahteraan rakyat itu.

KONTEN BERSPONSOR

Komentar