Yenny Sebut Puisi ‘Doa Yang Tertukar’ Fadli Zon Sindir Jokowi

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Kritikan terhadap puisi Fadli Zon terus berdatangan. Kali ini dari Putri

mantan Presiden Gus Dur, Yenni Wahid.

Yenny menyesalkan terkait karya Wakil Ketua Umum Gerindra tersebut. Menurutnya Yenny, puisi bertajuk ‘Doa Yang Tertukar’ itu bernada penghinaan terhadap ulama.

Menurut Yenny, pihaknya tidak bisa menerima kritikan Fadli Zon. Sekalipun itu diungkapkan
melalui puisi dan untuk membela Prabowo, Ahmad Dhani.

“Jelas ya saya rasa itu adalah bentuk penghinaan terhadap ulama. Sekalipun katanya lewat seni dan membela Pak Prabowo dan sebagainya. Membela Pak Ahmad Dhani juga misalnya. Kalau menghina sekalipun lewat diksi puisi juga tidak bisa diterima,” kata Yenny kepada awak media, kemarin.

Yenny menjelaskan, siapapun pemimpin negeri ini ataupun peserta politik yang ikut serta dalam konstentasi politik bisa memohonkan doa kepada siapa saja. Termasuk kepada KH Maimoen Zubair atau yang akrab disapa Mbah Moen.

“Saya rasa sah-sah saja kan, memohon doa sama siapapun. Sama ulama yang punya karomah juga bisa jadi pertimbangan agar doa-doa kita bisa diijabah. Kenapa kok marah? Kenapa kok sampai menghina?,” ucap Yenny Wahid.

Yenny menegaskan, ketika puisi milik Fadli Zon pertama kali disampaikan lewat cuitannya di akun Twitter, tak sedikit netizens yang marah. Termasuk warga Nahdliyyin.

“Seperti yang sudah saya sampaikan sebelumnya di media massa. Puisi ini menyakiti banyak pihak. Warga NU pada umumnya pihak ponpes Al Anwar juga dan Kiai besarnya Mbah Moen,” ujar Yenny menjelaskan.

Yenny juga membantah terkait adanya ‘Doa yang Tertukar’ seperti dalam puisi Fadli Zon.

“Jadi tidak ada itu doa yang tertukar. Kalau melihat dari struktur kalimat beliau, diksi yang diucapkan beliau itu memaksudkan orang yang di sebelahnya (Mbah Moen), orang yang di sebelahnya siapa? Pak Jokowi jelas,” pungkas Direktur Eksekutif nonaktif Wahid Foundation itu.

(JPC)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

0 Komentar