Polisi Amankan Pelaku Penipuan Belanja Online Beromset Ratusan Juta Rupiah

Sabtu, 9 Februari 2019 - 08:10 WIB

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR – Seorang pelaku tindak pidana penipuan belanja online berhasil diamankan tim petugas gabungan di
jalan Trans Sulawesi, Ampibabo, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah.

Penipuan yang dilakukan pelaku, Ronal (22), akhirnya terungkap, saat dua orang warga Kabupaten Pangkep melaporkan kasus tersebut ke Resmob Polres Pangkep setelah merasa dirugikan hingga ratusan juta rupiah.

Polres Pangkep yang menerima laporan tersebut kemudian melakukan kordinasi dengan Timsus Polda Sulsel, untuk melakukan pengejaran pelaku penipuan, Ronal, yang saat itu diketahui berada di Sulawesi Tengah saat dilakukan penyidikan.

“Kami berhasil mengamankan Ronal saat ia sedang tidur lelap didalam kamarnya pada hari Kamis (7/2) sebelum, kami berangkatkan kesini (Makassar, Sulsel:red),” ungkap Kanit Timsus Polda Sulsel, Ipda Arthenius, Sabtu (9/2/19).

Sesaat pesawat mendarat di Bandara Sultan Hasanuddin Makassar, pelaku langsung dibawa menuju ke Posko Timsus Polda Sulsel untuk diinterogasi. Alhasil pelaku, Ronal, mengakui perbuatannya.

Pelaku, Ronal, mengatakan bahwa saat melakukan aksi penipuannya, ia ditemani oleh tiga orang teman lainnya yang masing-masing berdomisili di Kabupaten Sidrap dan Kota Bekasi, yakni Kadir asal Sidrap, Nani binti Codi asal Sidrap dan Unru Asal Bekasi.

“Setelah mengetahui bahwa masih ada pelaku lain, tim langsung berkoordinasi dengan Resmob Polda Metro Jaya untuk mengamankan pelaku lainya, Unru, yang saat itu kami berhasil mengungkap tempat persembunyian pelaku yang berada Jakarta Utara,” lanjut Arthenius.

Benar saja saat diamankan, Unru, sedang berada dirumahnya. Petugas kemudian melakukan penggeledahan dan mengamankan pelaku beserta barang bukti aksi kejahatannya berupa 28 lembar ATM serta lima buku tabungan rekening Bank BRI dan Bank BNI.

Kini dua pelaku yakni Ronal dan Unru diamankan petugas gabungan untuk diproses dan dimintai pertanggungjaban atas perbuatan penipuan yang merugikan korban senilai ratusan juta rupiah. Sementara dua pelaku lainnya, masih dalam pengembangan untuk mencari tahu keberadaannya. (ade/fajar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.