Syok Divonis Mati, 9 Terpidana Asal Jatim Dapat Pengamanan Ekstraketat

FAJAR.CO.ID, PALEMBANG - Ony Kurniawan mengisap rokoknya dalam-dalam, lalu mengembuskan asapnya kuat-kuat. Ekspresinya datar. Dia merenung sendirian di dalam sel setelah mengikuti sidang di Pengadilan Negeri Kelas I-A Palembang. Dalam sidang itulah pria 23 tahun tersebut divonis hukuman mati.

Putusan itu tidak diterima Ony sendirian. Delapan temannya yang sama-sama menjadi sindikat pengedar narkoba divonis serupa. Delapan terpidana mati itu adalah M. Nazwar Syamsu alias Letto alias Anggi alias Aditya alias Nazwar, 25; Chandra Susanto, 23; Trinil Sirna Prahara, 21; Frandika Zulkifli, 22; Faiz Rahmana Putra alias Son, 23; Shabda Serdedian alias Dian, 33; Andik, 25; dan M. Hasanuddin alias Hasan Bopak, 38.

Sumatera Ekspres melaporkan, vonis mati tersebut dijatuhkan majelis hakim dalam sidang maraton selama enam jam Kamis (7/2). Sidang dimulai pukul 15.00 dan berakhir pukul 21.00. Vonis tersebut lebih berat daripada tuntutan jaksa yang hanya menuntut penjara seumur hidup.

Kemarin atau sehari setelah vonis mati, sembilan terpidana mati asal Jawa Timur tersebut mendapat pengamanan ekstra di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Pakjo. "Letto dan delapan temannya secara psikis masih syok dengan vonis mati itu. Makanya kami berikan pengamanan ekstra," jelas Kepala Rutan Kelas I Palembang Mardan SH kemarin (8/2).

Meski demikian, tidak berarti sembilan orang itu dihalangi untuk beraktivitas. Mereka tetap bisa bergaul seperti biasa dengan sesama warga binaan. Mereka juga tidak ditempatkan di dalam sel khusus. "Sejak awal masuk, mereka kami bagi ke beberapa sel sehingga bisa membaur. Ini juga terkait dengan kapasitas sel yang overload," jelas Mardan.

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : Sonny Wakhyono


Comment

Loading...