Disebut Antek Asing, Jokowi: Empat Tahun Saya Diam, Sabar Ya Allah

Minggu, 10 Februari 2019 - 20:11 WIB

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Selama 4 tahun terakhir, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengaku kerap menjadi pihak yang tertuduh sebagai antek asing. Padahal selama memimpin negara, mantan Gubernur DKI Jakarta itu mengklaim, selalu memberikan kebijakan yang justru tidak berpihak kepada asing.

Pernyataan itu disampaikan oleh Jokowi saat berorasi politik di hadapan 356 alumni SMA se-Jakarta di Istora Senayan, Jakarta, Minggu (10/2). Dia tampak geram dengan tudingan sejumlah pihak mengenai antek asing.

“Waktu dibilang antek asing, 4 saya tahun diem, saya nggak banyak bicara. Sabar ya Allah, sabar ya Allah,” katanya.

Jokowi menuturkan, tudingan mengenai antek asing tidak benar. Dia malah telah berjuang untuk membebaskan penguasaan aset asing di Indonesia. Tercatat, sejumlah aset telah berhasil diakuisisi kembali oleh bangsa pasca kepemimpinannya.

Misalnya saja, kata dia, blok minyak paling besar yakni blok roman telah berhasil dikuasai oleh bangsa Indonesia. Padahal, aset ini telah lama dikuasai oleh asing.

“2018 blok minyak paling besar Rokan dikelola lebih dari 90 tahun oleh Chevron. Kali ini, sudah dimenangkan pertamina 100 persen. Itu (masih) dibilang antek asing, antek asing?” terangnya.

Tak hanya itu, lanjut Jokowi, di penghujung akhir tahun 2018, pemerintah juga telah berhasil menguasai saham mayoritas dari Freeport. Kebijakan ini pun dinilainya sulit dilakukan oleh pemerintahan sebelumnya.

“Dipikir mengambil alih seperti itu mudah? Dipikir mengambil alih aset besar itu gampang? Kalau mudah dan gampang dari dulu diambil alih. Waktu itu dibilang antek asing, saya diam. Saatnya saya berbicara,” pungkasnya.

(JPC)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.