Kaum Adam Wajib Waspadai 2 Kanker di Area ‘Kejantanan’

Minggu, 10 Februari 2019 - 13:54 WIB

FAJAR.CO.ID – Jika perempuan bisa terserang kanker serviks dan payudara, pria juga rentan terserang kanker pada organ vitalnya. Mereka juga harus waspada pada area intim atau ‘kejantanan’. Biasanya kanker bisa menyerang organ vital pria diakibatkan oleh gaya hidup tak sehat.

Para pasien pria tersebut umumnya beralasan, gejala-gejala yang mereka alami seperti letih berkelanjutan dan gangguan kemih hanya tanda penyakit ringan. Padahal, bila terus berlanjut, gejala-gejala tersebut dapat menjadi pertanda awal kanker pria. Di antaranya ada 2 jenis kanker, yaitu prostat dan penis.

“Semakin cepat kita mendiagnosis pasien, semakin baik pula prospek perawatan atau penyembuhan. Oleh karena itu, Parkway Cancer Centre sebagai salah satu pusat kanker swasta terbesar di Singapura memiliki misi untuk meningkatkan kesadaran seputar deteksi dini kanker, termasuk kanker pria,” kata Senior Consultant-Medical Oncology dari Parkway Cancer Center (PCC), dr. Richard Quek, dalam keterangan tertulis baru-baru ini.

Pada tahun 2018, sekitar 1 dari 5 pria diprediksi mengidap kanker sebelum umur 75 tahun. Pria lebih cenderung mengadopsi gaya hidup tidak sehat, yang diketahui dapat meningkatkan risiko kanker, dan menghiraukan tanda-tanda masalah kesehatan.

“Waktu adalah faktor kunci dalam perawatan kanker, tetapi kami justru sering mendapati pasien pria yang menunda memeriksakan diri ke dokter hingga kanker mereka telah mencapai tahap lanjut,” tukasnya.

1. Kanker Prostat

Kanker prostat adalah jenis kanker ketiga terbanyak di Indonesia setelah kanker paru-paru dan dubur. Sekitar 15 kasus ditemukan di setiap populasi berjumlah 100 ribu orang, dan angka ini terus meningkat dengan cepat.

Kanker prostat pada tahap awal umumnya muncul tanpa gejala. Namun, pada tahap lanjut, gejala-gejala seperti perubahan pola berkemih lebih sering, sulit mulai atau berhenti, aliran lemah serta munculnya darah pada air seni dan nyeri tulang dapat muncul.

2. Kanker Penis

Sebaliknya, kanker penis lebih jarang ditemui. Akibatnya banyak orang juga tak familier dengan tipe kanker yang diasosiasikan dengan inveksi virus papiloma manusia (HPV) layaknya kanker serviks pada wanita.

Gejala yang perlu diperhatikan ialah munculnya benjolan, ruam atau lecet yang tak kunjung sembuh, serta pendarahan pada penis. Hal itu tentu harus mampu terdeteksi sejak dini.

(JPC)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.