Soal Pembatalan Remisi, Jokowi Minta Menkumham Lebih Teliti Lagi

Minggu, 10 Februari 2019 - 10:49 WIB

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Meski belum mengedarkan surat resmi pembatalan remisi pembunuh wartawan, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memastikan telah menandatanganinya. Remisi terhadap I Nyoman Susrama dipastikan dicabut.

Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko mengatakan, Jokowi telah menginstruksikan kepada Menteri Hukum dan HAM (menkumham) Yasona Laoly untuk lebih hati-hati kembali sebelum memberikan remisi. Terlebih pada kasus seperti Susrama.

“Presiden Jokowi juga meminta Menkumham bekerja lebih teliti dan meninjau ulang pemberian remisi untuk Susrama, mengingat kasus ini tak hanya berkaitan dengan perlindungan keamanan para pekerja media, tetapi upaya menjaga kemerdekaan pers, sekaligus mencerminkan rasa keadilan di tengah masyarakat,” kata Moeldoko dalam keterangan persnya, Minggu (10/2).

Moeldoko menuturkan, keputusan ini juga sekaligus menjadi bukti bahwa presiden telah melihat dan mendengar aspirasi publik tentang munculnya remisi tersebut. Dia bilang, pembatalan remisi menunjukkan kepedulian dan komitmen pemerintah dalam melindungi keselamatan pekerja media dalam menjalankan profesinya.

“Presiden tidak menutup hati terhadap kegelisahan dari para wartawan dan pekerja media. Mereka harus mendapatkan perlindungan saat bertugas. Presiden juga sudah mendengar masukan dari mana-mana. Dan saya kira itu keputusan yang terbaik bagi kita semua,” kata Moeldoko.

Dia juga menambahkan, kasus ini tidak bisa dilihat sepotong-sepotong. Karena pengajuan remisi kepada ratusan narapidana dengan kasus yang berbeda-beda.

Seperti diketahui, kasus pembunuhan yang menghilangkan nyawa Prabangsa sendiri terjadi pada 11 Februari 2009 silam di kediaman Nyoman Susrama yang berlokasi di Banjar Petak, Bangli. Motifnya adalah kekesalan Nyoman Susrama kepada Prabangsa karena pemberitaan wartawan Radar Bali Jawa Pos Group tersebut.

Setelah mendapatkan putusan pengadilan tetap dan pelaku menjalani hukumannya, dalam perjalanannya kemudian ada proses remisi terhadap yang bersangkutan.

Pengajuan remisi terhadap Susrama datang bersamaan dengan puluhan narapidana lainnya. Kementerian Hukum dan HAM memberikan tanda merah, kuning, hijau untuk berkas yang perlu mendapatkan atensi lebih dari Presiden. Ketika itu, remisi Susrama tidak diberi label itu, karena pemberian tersebut sifatnya sudah sesuai prosedur.

Namun, ketika menghadiri peringatan Hari Pers Nasional di Surabaya, 9 Februari 2019, Presiden Joko Widodo menyatakan telah menangani pencabutan remisi atas pembunuhan wartawan Radar Bali AA Gde Bagus Narendra Prabangsa dengan mengeluarkan Keputusan Presiden baru mencabut remisi terhadap pelaku yakni I Nyoman Susrama.

“Sudah saya tanda tangani,” kata Presiden menjawab pertanyaan wartawan perihal remisi tersebut.

(JPC)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.