Survei CRC: Turun 0,1 Persen, Elektabilitas Jokowi-Ma’ruf Masih Unggul Dari Prabowo-Sandi

Minggu, 10 Februari 2019 - 18:52 WIB

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Lembaga Celebesh Research Center (CRC) merilis hasil survei elektabilitas pasangan calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres) jelang Pemilihan Presiden atau Pilpres 17 April 2019.

Hasil survei CRC menyatakan elektabilitas pasangan capres dan cawapres nomor urut 01, Joko Widodo – KH Ma’ruf Amin berda di angka 56,1 persen. Sedangkan Prabowo – Sandi posisi tertinggal dengan 31,7 persen.

“Yang menjawab tidak tahu 12,2 persen,” kata Direktur Eksekutif CRC Herman Heizer dalam paparan hasil survei di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Minggu (10/2/2019).

Herman menjelaskan elektabilitas Jokowi – Kiai Ma’ruf hanya mengalami penurunan 0,1 persen dari hasil survei September 2018. Saat itu elektabilitas Jokowi – Kiai Ma’ruf 56,2 persen. Sedangkan elektabilitas Prabowo – Sandi naik 0,4 persen dari 31,3 persen menjadi 31,7 persen.

Survei itu juga melihat kualitas masing-masing capres maupun cawapres. Berdasarkan survei, tingkat popularitas Jokowi 99,5 persen, Prabowo 95,8 persen, Kiai Ma’ruf 90,3 persen dan Sandiaga Uno 90,2 persen.

Sedangkan tingkat akseptabilitas Jokowi 84,2 persen, Prabowo 76,4 persen, Kiai Ma’ruf 79,8 persen dan Sandiaga Uno 78,9 persen.

Survei ini juga melihat elektabilitas paslon 01 dan 02 di setiap pulau dari September 2018 hingga Januari 2019. Di pulau Sumatera tren Jokowi – Kiai Ma’ruf mengalami penurunan dari 44,3 persen menjadi 37, 6 persen. Sebaliknya, Prabowo – Sandi mengalami kenaikan dari 37,1 persen menjadi 44,8 persen.

“Jokowi – Kiai Ma’ruf melemah di Sumatera. Sedangkan Prabowo – Sandi mengalami kenaikan,” kata Herman.

Di pulau Jawa, Jokowi – Kiai Ma’ruf mengalami kenaikan, yakni dari 56,7 persen menjadi 57,2 persen. Sedangkan Prabowo – Sandi turun dari 32,0 persen menjadi 30,5 persen.

Di Nusa Tenggara, Jokowi – Kiai Ma’ruf tidak bergerak yakni pada posisi 81,7 persen dari September 2018 hingga Januari 2019. Sedangkan Prabowo – Sandi mengalami kenaikan dari 11,7 persen menjadi 18,3 persen.

Di Pulau Kalimantan Jokowi – Kiai Ma’ruf naik dari 45,7 presen menjadi 61,7 persen. Sedangkan Prabowo – Sandi mengalami penurunan dari 34,3 persen menjadi 18,3 persen. Untuk Sulawesi, Jokowi – Kiai Ma’ruf berada pada posisi stagnan yakni 60,0 persen. Sedangkan Prabowo mengalami sedikit kenaikan dari 32,5 persen menjadi 33,8 persen.

Di Maluku, Jokowi – Kiai Ma’ruf anjlok dari 90,0 persen menjadi 60, persen. Sedangkan Prabowo – Sandi naik drastis dari 5,0 persen menjadi 40,0 persen. Terakhir di Papua, pasangan 01 naik dari 80,0 persen menjadi 86,7 persen. Sedangkan paslon 02 turun dari 20,0 persen menjadi 6,7 persen pada Januari 2019.

Namun demikian, Herman mengatakan bahwa masih ada kemungkinan masyarakat untuk mengubah pilihan. Berdasar survei sebanyak 3,9 persen responden menyatakan sangat besar kemungkinan mengubah piihan.

Sedangkan 9,1 persen menyatakan cukup besar kemungkinannya untuk mengubah pilihan.

Namun, 46,9 persen menyatakan kecil kemungkinan untuk mengubah piihan. Sedangkan 34,0 persen menyatakan sangat kecil atau hampir tidak mungkin mengubah pilihan. Lainnya atau 6,0 persen menjawab tidak tahu.

Survei ini melibatkan 1200 responden, dengan metode multistage random sampling, margin of error 2,83 persen dan tingkat kepercayaan 95 persen. Pengumpulan data dilakukan dengan metode wawancara tatap muka langsung menggunakan kuisioner oleh pewawancara yang sudah terlatih.

Waktu wawancara lapangan 23-31 Januari 2019. Quality control terhadap hasil wawancara dilakukan secara random sebesar 20 persen dari total sampel oleh supervisor dengan kembali mendatangi responden terpilih.(boy/jpnn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *