Bangun Jaringan Telekomunikasi, Tiga Orang Tewas Tersetrum

Senin, 11 Februari 2019 - 16:08 WIB

FAJAR.CO.ID, KOTAWARINGIN BARAT – Peristiwa nahas terjadi di Pangkalan Lada, Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah. Total ada enam orang tersetrum aliran listrik. Tiga di antaranya tewas.

Korban adalah enam buruh harian lepas (BHL) PT Tripola, pihak ketiga yang sedang bekerja menyelesaikan pemasangan jaringan baru berupa pemasangan tiang dan kabel optik milik PT Telkom Akses wilayah Pangkalan Bun. Mereka adalah Mathesim, 38, Mohammad Saputra, 25, Moh Halil, 35, Asmuni, 33, Syahyedi, 35, dan Umam, 34.

Tiga nama terakhir kondisinya kritis dan dirujuk ke RSU Imanudin Pangkalan Bun. Kecelakaan kerja terjadi di tepat di bulan keselamatan ini terjadi Rabu (6/2) sekitar pukul 16.00 WIB.

Kepala Telkom Pangkalan Bun Subono, membenarkan adanya kecelakaan kerja yang terjadi saat pembangunan jaringan Telkom wilayah Pangkalan Bun. Pekerjaan itu sebenarnya dilakukan oleh Telkom Akses yang berpusat di Palangka Raya, anak perusahaan dari PT Telkom.

“Jadi pekerjaan itu oleh Telkom Akses diserahkan kepada pihak ketiga yakni PT Tripora, dengan pengerjaan pembangunan jaringan di wilayah Pangkalan Lada- Desa Pandu Senjaya-Desa Natai Kerbau,” ujar Subono, dikutip dari Kalteng Pos (Grup Fajar), Senin (11/2).

Subono menjelaskan, berdasarkan informasi sementara, korban selamat dirujuk ke rumah sakit. “Informasi yang saya dapat dari pihak PLN, bahwa ada tiga pekerja yang meninggal di tempat, dan sisanya kritis. Namun, saya belum tahu kebenarannya. Karena saat ini tim kami sedang ke lapangan mencari tahu kebenarannya,” jelasnya.

Dia menambahkan, sejatinya setiap mitra Telkom memiliki aturan dan SOP, saat melaksanakan pekerjaan dari Telkom, karena itu salah satu syarat bagi pihak ketiga untuk mendapatkan job (proyek) dari PT Telkom melalui proses lelang.

“Dengan kata lain, pekerjaan ini sudah bisa dipastikan standar pengerjaannya, karena kalau belum Keselamatan Kesehatan Kerja (K3), pasti pihak Telkom tidak berikan pekerjaan tersebut,” ungkapnya.

Sementara itu, Kapolsek Pangkalan Lada Iptu Waris Waluyo mengatakan, terkait musibah tersebut pihaknya sudah mendatangi lokal kejadian serta memasang garis polisi di TKP guna kepentingan penyidikan. Adapun korban atas musibah tersebut ada sebanyak enam orang, tiga di antaranya meninggal dunia.

“Kejadiannya tepat di depan Puskesmas Desa Pandu Sanjaya, ketika para pekerja BHL mendirikan tiang Telkom di bawah kabel tegangan tinggi milik PT PLN. Tiba-tiba, ujung tiang besi telkom menyentuh kabel tegangan tinggi milik PLN,” kata Waris.

Ia mengatakan, kuat dugaan para BHL saat mendirikan tiang besi milik PT Telkom tidak memperhatikan jarak aman antara kabel tegangan tinggi milik PLN dan tiang besi yang didirikan tersebut sehingga aliran listrik menyetrum para pekerja.

(JPC)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *