Banyak Saluran Tersumbat Jadi Biang Genangan di Kalibata Selatan – FAJAR –
Jabodetabek

Banyak Saluran Tersumbat Jadi Biang Genangan di Kalibata Selatan

Petugas bersihkan sampah yang ada di bak penampungan (Wildan Ibnu Walid/JPC)

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Memasuki pundak musim hujan, jajaran Kelurahan Kalibata Selatan, Jakarta Selatan fokus pada penanganan banjir. Salah satunya yakni memaksimalkan fungsi saluran air dengan melakukan pengerukan.

Lurah Kalibata Selatan Denny Isnandar menyampaikan, di masa-masa musim hujan seperti sekarang ini, pihaknya tengah fokus untuk mengatasi penyumbatan serta penumpukan sampah di saluran dan sejumlah bak penampungan. Misalnya, di area TMP Kalibata dan Pancoran, Jakarta Selatan, yang paling kerap tergenang.

“Untuk pengangkutan sampah di saluran dan sungai, itu rutin dilakukan. Apalagi, di situasi-situasi seperti ini sering turun hujan,” ungkapnya saat dikonfirmasi, Minggu (10/2).

Selain membersihkan saluran, pihak kelurahan pun sudah mengangkat tumpukan sampah di bak kontrol yang sudah tak tersentuh selama puluhan tahun. Denny menjelaskan, sampah di bak kontrol tersebut kondisinya sudah dipenuhi sampah.

Dikatakannya, pengangkutan sampah tersebut mengalami kendala. Selain karena kedalamannya mencapai tiga meter. Bak kontrol sampah itu, tertutup sampah-sampah padat.

“Pekan lalu, kami sudah mengangkut 6,5 meter kubik sampah serta 43 karung berisi botol bekas berhasil diangkut dari drainase tersebut,” terang Denny.

Saluran air itu kondisinya tersumbat sehingga mendapat keluhan dari masyarakat karena pemicu banjir. Untuk mengatasinya, belasan personel PPSU diterjunkan untuk mengangkat sampah-sampah di penampungan dengan kedalaman tiga meter.

“Petugas kewalahan mengangkut tumpukan sampah. Karena kondisi sampah sudah membusuk. Saluran air itu dibersihkan untuk mengoptimalkan arus air,” ujarnya.

Ia menambahkan, kawasan areal TMP Kalibata memang kerap tergenang. Selain karena sejumlah saluran tersumbat, kontur tanah di pemukiman Kelurahan Kalibata itu menjorok ke dalam. Maka ketika hujan deras air langsung menggenang, sebab air tersumbat lewat drainase.

“Air tidak masuk ke saluran karena tersumbat sampah dan material longsor. Belum lagi tikus-tikus yang bersarang di gorong-gorong. Untuk itu kami bersihkan dan perbaiki agar bersih dan tidak menimbulkan dampak penyakit,” imbuhnya.

(JPC)

Click to comment

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!